Minggu, 13 Desember 2015

MENGATASI KEMISKINAN DENGAN USAHA KUNINGAN “ABDULLAH”

 MENGATASI KEMISKINAN DENGAN USAHA KUNINGAN “ABDULLAH”
Ditulis untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Ilmu Sosial yang dibimbing oleh Dr. H. Sukidin, M.Pd
   Ditulis oleh : Nila Rizkie FebriantiNIM 140210301036Kelas A Reg   PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMIJURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKANUNIVERSITAS JEMBER2014
KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB IPENDAHULUAN1.1.Latar Belakang Masalah1.2.Rumusan Masalah1.3.Tujuan Penulisan1.4.Manfaat Penulisan1.5.Metode PenulisanBAB IIPEMBAHASAN2.1.Berapa persen dari penduduk Cindogo yang termasuk dalam golongan masyarakat miskin ?2.2.Apa yang harus dilakukan untuk mengatasi masalah kemiskinan tersebut?2.3.Bagaimana peran UD. ABDULLAH dalam mengatasi kemiskinan di desa Cindogo ?BAB IIIPENUTUP3.1.Kesimpulan
3.2.SaranDAFTAR PUSTAKALAMPIRANKORPUS DATA
             Puji syukur dipanjatkan kehadirat Allah swt, berkat rahmat serta inayah-Nya penulis berhasil menyelesaikan makalah ini. Shalawat beserta salam semoga senantiasa tercurah limpahkan kepada junjunan Nabi Muhammad saw,keluarga,sahabat serta umatNya. Sepenuhnya penulis menyadari bahwa makalah ini jauh dari sempurna.namun penulis berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.            Makalah berjudul “Mengatasi Kemiskinan dengan Membuka Usaha kerajinan kuningan Abdullah” ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Ilmu Sosial. Dalam penulisan makalah ini penulis mendapat bantuan dari berbagai pihak. Pada kesempatan ini,penulis mengucapkan terimakasih kepada    Dr.H .Sukidin.M.Pd selaku dosen pengajar dan pembimbing yang memberikan materi dan semua pihak yang telah membantu yang tidak bisa saya sebutkan satu-satu dalam penyusunan makalah ini.
            Kemiskinan yang terjadi di beberapa daerah,terutamanya daerah Cindogo dimana adalah tempat penulis berasal.merupakan salah satu contoh dari beberapa daerah yang mengalami kemiskinan. Seharusnya hal tersebut membuat kita menyadari akan pentingnya keterampilan, sebagai penerus bangsa marilah kita untuk kiat dalam belajar agar nantinya dapat membangun Negara Indonesia dari guncangan ekonomi dan pendidikan. Dengan ini penulis mengangkat tema ekonomi agar para pembaca dapat menyadari bahwa masih banyak masyarakat Indonesia yang hidupnya kekurangan. Penulis berharap makalah ini digunakan para pembaca sebagai bahan acuan dalam menuntaskan kemiskinan yang terjadi.Penulis menyadari bahwa makalah ini jauh dari kata sempurna, oleh karena itu kritikan dan saran yang sifatnya membangun penulis harapkan demi kesempurnaan penulisan makalah ini. Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat dan wawasan luas bagi kita semua. Akhir kata penulis ucapkan terimakasih dan mohon maaf apabila ada kekurangan dan kesalahan dalam penyusunan makalah.                                                                         Jember , 22 november 2014                                                                                     Penulis
 KATA PENGANTARDAFTAR ISIBAB IPENDAHULUAN1.1.       Latar Belakang Masalah1.2.       Rumusan Masalah1.3.       Tujuan Penulisan1.4.       Manfaat Penulisan1.5.       Metode PenulisanBAB IIPEMBAHASAN2.1.       Berapa persen dari penduduk Cindogo yang termasuk dalam golongan masyarakat miskin ?2.2.       Apa yang harus dilakukan untuk mengatasi masalah kemiskinan tersebut?2.3.       Bagaimana peran UD. ABDULLAH dalam mengatasi kemiskinan di desa Cindogo ?BAB IIIPENUTUPDAFTAR PUSTAKALAMPIRANKORPUS DATA            
 Ketimpangan pendapatan dan pengeluaran perhari yang terjadi pada masyarakat Cindogo mengakibatkan kemiskinan tumbuh dan berkembang. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari mereka harus berhutang karena faktor pendapatannya tidak mencukupi. Sebagian besar masyarakat Cindogo bertumpu pada bidang pertanian, sehingga jenis keterampilan yang diharapkan dapat memperbaiki tingkat penghasilan. Tetapi kesempatan berpenghasilan tinggi masih berkisar di bawah rata-rata. Hal ini di sebabkan karena masyarakat tidak mau beralih pekerjaan ke bidang usaha yang lebih baik lagi.hanya beberapa orang saja yang mempunyai keterampilan dibidang tertentu. Sehingga tidak banyak bagi mereka tetap pada level bawah dalam sebuah pendapatan.            Diantara masyarakat Cindogo hanya ada beberapa orang saja yang mempunyai kreativitas tinggi,yang kemudian membuka sebuah usaha kerajinan kuningan. Sebagian dari mereka adalah seorang petani yang kemudian membuka peluang kerja tinggi bagi masyarakat lain yang pekerjaannya sebagai buruh tani. Meskipun usaha yang di kembangkan tidak sebesar perencanaan awal.tetapi,hal tersebut sudah dapat membantu beberapa pengangguran yang ada di daerah Cindogo. Tak hanya itu para pekerja buruh yang awalnya mendapat upah hanya dapat di gunakan untuk membeli makan,dengan adanya wiraswasta kerajinan kuningan tersebut dapat terbantu sedikit pemasukannya. Untuk itu kuningan Abdullah membuka peluang usaha  yang dapat mengurangi pengangguran walaupun penghasilannya tidak banyak. Tetapi hal tersebut sudah dapat membantu keuangan masyarakat yang awalnya harus berhutang, setelah mendapat pekerjaan sebagai pengrajin kuningan kehidupannya menjadi lebih baik. Dengan adanya hal tersebut dapat mengurangi angka kemiskinan yang ada di desa Cindogo.     Berdasarkan latar belakang yang penulis buat, berikut beberapa rumusan masalah :1). Berapa persen dari penduduk Cindogo yang termasuk dalam golongan masyarakat miskin ?2). Apa yang harus dilakukan untuk mengatasi masalah kemiskinan tersebut?3). Bagaimana peran UD. ABDULLAH dalam mengatasi kemiskinan di desa Cindogo ?Sesuai rumusan  masalah yang ditulis,penulis mempunyai beberapa tujuan sebagai berikut :1). Untuk mengetahui penduduk Cindogo yang termasuk dalam golongan masyarakat miskin.2). Untuk memberikan wawasan kepada para pembaca mengenai kerajinan yang ada di desa Cindogo.3). Mendeskripsikan mengenai peluang pekerjaan kuningan yang ada di Cindogo.4). Sebagai informasi cara mengatasi kemiskinanPenulisan ini memberikan manfaat :1). Bagi penulis, hasil penulisan ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah.1        2). Bagi pembaca, hasil penulisan ini dapat di gunakan sebagai bahan acuan dalam membuka peluang kerja bagi lingkungan masyarakat miskin.
2        3). Bagi penulis lain, dapat digunakan sebagai bahan acuan untuk di ketahui hasilnya lebih lanjut.
Metode yang digunakan oleh penulis sebagai berikut :1). Metode kajian pustaka
Penulis mengambil referensi dari berbagai sumber baik dari buku ataupun dari internet sebagai acuan yang digunakan dalam penulisan untuk disesuaikan dengan judul yang dibuat.2). Metode wawancaraPenulis melakukan wawancara dengan narasumber  membuat beberapa pertanyaan seputar masalah yang di tulis oleh penulis.
                         Kemiskinan merupakan suatu keadaan dimana terjadi ketidak seimbangan antara pemasukan dan pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan hidup. Seperti pakaian, makanan, tempat berlindung,  pendidikan dan kesehatan. Miskin adalah keadaan seseorang yang tidak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya secara materi, karena kemampuan yang ada didunia ini hanya bisa diukur oleh materi, jika seseorang sudah tidak mempunyai materi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya maka orang tersebut dikategorikan dalam golongan masyarakat miskin. Kemiskinan yang terjadi diberbagai daerah sudah bukan menjadi rahasia umum lagi di Negara Indonesia. Tidak adanya keterampilan, pengetahuan dan ketersediaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat adalah salah satu indikataor penyebab terjadinya kemiskinan dibeberapa daerah. Jenis keterampilan yang dimiliki dan didapat oleh orang-orang yang tinggal di kota tentunya akan berbeda dengan yang didesa, hal tersebut disebabkan karena faktor individu masyarakat yang hanya bergantung dibeberapa sektor pekerjaan saja.
Di dalam dunia ini, setiap Negara pasti mempunyai masalah dalam tatanan kehidupannya. Baik itu masalah ekonomi atau pun masalah sosial yang muncul didaerah tertentu. Namun permaslahan yang ada di Negara Indonesia adalah faktor kemiskinan. Indikator penyebab suatu masyarakat dikatakan miskin yaitu  kekurangan materi untuk mecapai kebutuhan yang memenuhi pangan, sandang dan sejenisnya, kurangnya sosialisasi masyarakat dengan orang luar untuk mencapai pengetahuan yang dapat memberikan wawasan luas mengenai jenis pekerjaan dan lapangan pekerjaan yang cocok untuk dijalankan, kurangnya pendapatan, pendapatan yang kecil diperoleh suatu masyarakat tidak sebanding dengan jumlah pengeluaran yang harus dibayarkan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, hal-hal yang demikian adalah ciri masyarakat yang tergolong dalam kelompok miskin. Dengan adanya ciri-ciri tersebut dapat dengan mudah mengetahui desa atau kota yang termasuk masyarakat miskin, di kota Bondowoso tepatnya desa Cindogo adalah salah satu dari sekian juta desa atau kota yang termasuk kedalam golongan masyarakat miskin. Masyarakat Cindogo yang mempunyai tanah subur dengan lahan yang luas membuat masyarakat Cindogo bekerja dibidang agribisnis atau pertanian. Sehingga pekerjaan yang dominan didesa tersebut adalah pertanian. Dan desa Cindogo juga termasuk kedalam golongan masyarakat miskin. Karena masyarakat Cindogo yang tidak mempunyai keterampilan lain dalam berbisnis sehingga menyebabkan hal tersebut terjadi.[1] (htt)Tidak hanya itu faktor keluarga menyebabkan pertumbuhan anggota keluarga yang semakin meningkat, tidak sebanding dengan pendapatan yang di dapat. Kemiskinan yang sering terjadi di berbagai daerah juga sebagai penyebab akibat dari kemalasan manusia untuk membuka peluang usaha. Seandainya mereka mau untuk membuka peluang usaha, setidaknya akan mengurangi pengangguran. Kemiskinan yang terjadi di desa Cindogo adalah contoh kemiskinan struktural yang di artikan sebagai kemiskinan yang di derita oleh suatu golongan masyarakat  karena struktural sosial masyarakat  itu, tidak dapat menggunakan sumber-sumber pendapatan yang sebenaranya tersedia bagi mereka. Mereka tidak dapat memanfaatkan alam sekitar dengan baik, sehingga potensi alam yang dimiliki tidak dapat membantu perkembangan pendapatan mereka. Struktur alam dan kondisi alam yang subur didesa Cindogo tidak banyak dimanfaatkan oleh beberapa penduduk sehingga pendapatan tetap saja konstan , tidak berubah. Dari jumlah keseluruhan masyarakat Cindogo yang didapat dari kantor desa 3158 jiwa yang bekerja sebagai buruh tani  adalah 164 jiwa. Sehingga dapat diketahui bahwa 5,19% masyarakat Cindogo penduduknya sebagai buruh tani. Para buruh tani yang hanya mengandalkan pendapatannya dari pemilik tanah sebagai pekerja tidak dapat mencukupi kebutuhan makan diri sendiri dan keluarganya. Karena penghasilan yang di dapat sebagai buruh tidak sebanding dengan pengeluarannya sehari-hari. Itu disebabkan karena masyarakat Cindogo tidak mempunyai keterampilan lain untuk mengembangkan pekerjaannya yang membuat para masyarakat harus berhutang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sehingga dari hal tersebut dapat di simpulkan bahwa masyarakat Cindogo termasuk golongan masyarakat miskin. Dari kesimpulan di atas didapatkan data masyarakat yang termasuk golongan masyarak miskin dari kantor desa Cindogo dengan total jumlah penduduk keseluruhan masyarakat Cindogo 3158 penduduk, yang termasuk ke dalam golongan masyarakat miskin 425 kepala keluarga, sehingga dari jumlah keseluruhan penduduk Cindogo 13,5 % adalah penduduk miskin. Angka kemiskinan yang terjadi di desa Cindogo cukuplah besar, dan yang mempunyai lahan atau bertindak sebagai petani 258 kepala keluarga. Tidak sebanding dengan banyaknya jumlah pekerja yang harus berada disektor pertanian. Selain itu pekerjaan sebagai buruh tani, yang tidak dilakukan setiap hari, menyebabkan pendapatan masyarakat semakin berkurang dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, karena sawah yang tidak memadai sehingga menyebabkan terjadinya ketidak seimbangan antara lahan dengan jumlah pekerja. Sedangkan untuk beralih ke profesi yang lain bukan buruh tani tidak mempunyai keterampilan. dengan adanya hal tersebut menyebabkan terjadinya pengangguran. Pengangguran yang terjadi karena keterampilan yang kurang dan pengetahuan masyarakat yang rendah, menyebabkan mereka menganggur jika tidak ada sawah yang harus di kerjakan. Ketidak cocokan keterampilan disebabkan karena tidak adanya keseimbangan program kerja pemerintah dengan perkembangan masyarakat. Kemiskinan yang terjadi dimasyarakat Cindogo di sebabkan karena faktor individu masyarakat kurang kreatif dan pengetahuan yang kurang mengenai jenis usaha yang cocok untuk di kembangkan.                     Sebagian masyarakat yang ingin mengubah kehidupannya mulai melakukan revormasi atau perubahan terhadap pekerjaannya. Indonesia merupakan sektor agribisnis yang mempunyai lahan luas dan tanah subur, sehingga rata-rata penduduknya bekerja pada bidang pertanian. Walaupun hanya sebagai buruh dan petani. Namun dengan adanya hal tersebut para penduduk berlomba-lomba dalam mencari kerja sebagai buruh meskipun pekerjaannya hanya di upah dengan jumlah yang sedikit sekitar 15.000 sampai 20.000 perhari. Tidak terkecuali masyarakat Bondowoso. Desa Cindogo mayoritas pendudukya sebagai buruh tani dan petani. Upah yang sedemikian kecilnya hanya bisa digunakan untuk keperluan makan sehari-hari. Dengan upah yang segitu kecilnya tidak sebanding dengan pekerjaan yang mereka lakukan. Yang sudah tentu akan merawat dan menjaga sawah hingga siap untuk dipanen dan dikonsumsi. Tetapi bagaimana pun  keterampilan masyarakat yang kurang sehingga menyebabkan mereka bekerja disektor yang sama selama bertahun-tahun.kurangnya pengetahuan dan informasi yang didapat masyarakat mengania pelatuhan yang sering diadakan oleh kepala desa Cindogo, membuat mereka kurang melatih diri sendiri untuk membuka usaha atau bekerja disektor lain. Dengan adanya hal tersebut sebagian masyarakat yang ingin mengubah kehidupannya mulai melakukan revormasi atau perubahan terhadap pekerjaannya. Dengan adanya keinginan merubah kehidupan kearah lebih baik lagi sehingga menciptakan lapangan pekerjaan yang untuk bisa diduduki oleh beberapa orang pekerja baru yang setidaknya dapat membantu mengurangi beban pengeluaran dan menambah pendapatan mereka.  [2] (langit maju, 2011)Kondisi alam yang ada di daerah Cindogo berpotensi dalam pertanian, karena tanah yang subur membuat tanaman mudah tumbuh di desa Cindogo. Sehingga sektor pertanian sampai saat ini yang ada di desa Cindogo masih menjadi tumpuan utama dalam pencaharian mereka. Kondisi alam di Cindogo dapat dengan mudah ditanami oleh berbagai macam tumbuhan yang khusus tumbuh didaerah dataran rendah. Namun jika hanya mengandalkan dari hasil bumi tersebut tidak akan mendapat banyak keuntungan bagi para buruh, karena kondisi alam dan faktor cuaca yang selalu berubah sering kali membuat para petani rugi ketika gagal panen. Dengan adanya hal tersebut diperlukan adanya pekerjaan sampingan yang sama-sama memberikan keuntungan yang besar bagi masyarakat. Ketika tidak adanya masa panen atau tanam disawah atau ladang maka akan menimbulkan permasalahan baru yang muncul. Semisalkan ketika padi sudah ditanam kemudian dipanen para buruh tidak akan mendapat pekerjaan lagi,mereka akan menganggur selama masih belum ada sawah yang harus dikerjakan. Hal yang seperti itu menyebabkan bertambahnya pengangguran di desa Cindogo. Pengangguran dapat di cegah dengan cara melalui pendidikan non formal yang dapat di ikuti oleh seluruh masyarakat desa agar mempunyai keterampilan yang cukup untuk menghadapi masa depan lebih baik lagi. Karena tingkat pengetahuan masyarakat desa masih minim, sehingga peran perangkat desa dalam memberikan penyuluhan mengenai keterampilan dan kreatifitas yang dimiliki setiap individu itu penting dalam menggali usaha dan membuka peluang pekerjaan yang baru untuk mengurangi pengangguran dan kemiskinan yang ada didalam masyarakat Cindogo. Keterampilan yang dimiliki oleh rata-rata penduduk Cindogo hanya berada dibidang kerajinan kuningan, dan hal itu pun tidak semua masyarakat Cindogo mengetahui cara pembuatan dan tekhnik yang harus dilakukan karena sulitnya pembuatan kerajinan kuningan membuat beberapa masyarakat yang malas enggan untuk ikut dalam usaha tersebut, padahal prospek kedepannya lebih bagus jika dibandingkan dengan pertanian yang ada di desa Cindogo. Namun karena kurangnya keterampilan yang dimiliki sehingga membuat hal tersebut terjadi. Tetapi tak hanya itu yang dikhawatirkan oleh masyarakat, modal yang besar dalam pembuatan kuningan juga di butuhkan untuk membeli bahan baku awal dalam pembuatan kuningan, sehingga tidak banyak yang beralih kesektor perindrustian tersebut.
Pembangunan ekonomi masyarakat yang terstuktur dan rapi akan mencegah terjadinya hal-hal yang dapat merugikan masyarakat. Kemiskinan yang terjadi di daerah karena faktor pengangguran yang tinggi, pengangguran yang terjadi dipedesaan seperti desa cindogo berpotensi untuk mengisi arus urbanisasi, arus produk tekhnologi, dan peningkatan pembangunan. Daerah pedesaan akan membuka peluang kesempatan kerja dibidan non pertanian, seperti jasa, perdagangan, tekhnik, indrustri rumah tangga dan lain sebagainya. Seperti sekarang sudah banyak masyarakat Cindogo yang peduli akan keterampilan yang harus dimiliki oleh setiap orang saat ini, di desa Cindogo sudah banyak berdiri usaha yang dibuat oleh masing-masing individu. Seperti membuka usaha kecil-kecilan dengan membuka usaha dagang menjual makanna pokok rumah tangga, seperti beras, gula, minyak, telur, kacang, dan lain sebagainya. Hal tersebut adalah contoh dari usaha masyarakat Cindogo dalam mengatasi kemiskinan dengan berjualan. Membuka usaha jasa, seperti membuka salon khusus potong rambut pria, dan ilmu tersebut didapat dari hasil pelatihan yang diberikan oleh perangkat desa untuk mengurangi pengangguran dan meningkatkan penghasilan, sebagian dari masyarakat. Namun pekerjaan yang masih tetap unggul dan dimintai oleh masyarakat tetap menjadi buruh tani, itu sebagian orang yang memang sudah tidak dapat mengembangkan lagi kreativitasnya dalam bidang lain. Dibuktikan dari data pekerjaan masyarakat Cindogo bahwa :-Buruh harian lepas sebanyak 207 orang.-Buruh tani sebanyak 164 orang.-Pedagang sebanyak 50 orang.Dari kondisi tersebut dapat di ambil kesimpulan bahwa masyarakat Cindogo lebih mempunyai keaktifan dan kreativitas dalam mengelola bidang pertanian. Karena pengelolaan bidang pertanian yang lebih mudah dan tidak sulit pengerjaannya sehingga membuat para masyarakat tetap pada bidang tersebut, dan hanya ada beberapa orang saja yang merubah usaha meraka menjadi wiraswasta dan bahkan dijalani dua-duanya, sehingga selain menjadi seorang pengrajin kuningan juga ada yang bekerja sebagai petani. Mungkin karena kedua sektor tersebut saling menguntungkan sehingga tidak dapat meninggalkan kedua pekerjaannya.
Penyuluhan atau sosialisasi yang diberikan oleh perangkat desa kepada masyarakat itu penting mengenai keterampilan dan keberlangsungan hidup dimasa mendatang. Dengan adanya hal tersebut akan membuka pola fikir masyarakat yang awalnya hanya menjadi buruh dan pekerja kasar di sawah milik orang lain,sekarang bisa menjadi pengrajin kuningan dan membuka usaha sendiri dirumah. Lapangan kerja kuningan yang ada di desa Cindogo mempunyai potensi besar bagi para penduduk, di desa Cindogo sendiri ada 5 toko kuningan yang mempunyai prospek yang sama kedepannya dalam menghadapi kemiskina dan pengangguran yang ada di desa Cindogo yaitu ingin membantu pemrintah dalam menanggulangi kemiskinan dan pengangguran yang terjadi. Sehingga hal tersebut tidak akan terjadi lagi. Dalam setiap toko atau perindustrian kuningan membutuhkan 6 sampai dengan 10 orang karyawan, dengan begitu akan mengurangi jumlah pengangguran yang ada di Cindogo. Sehingga akan mensejahterakan kehidupan masyarakat. Ketika kehidupan masyarakat sudah sejahtera dengan begitu akan mengurangi beban pemerintah dalam memberikan bantuan atau subsidi BLT oleh pemerintah. Membuka lapangan pekerjaan tidak harus dalam bentuk perindustrian seperti kerajinan kuningan, misalkan ketika ada salah satu masyarakat yang mempunyai keterampilan dalam pembuatan patung hias dapat menyalurkan ilmunya kepada orang lain dengan memberikan pengajaran khusus atau di ajak bekerja sama padaa saat menerima sebuah pesanan, sehingga dengan begitu bisa membantu masyarakat yang tidak mempunyai kreativitas dalam berkarya tetapi mempunyai kemauan dalam belajar.                Usaha kerajinan kuningan yang ada di desa Cindogo, sudah ada sejak lama. Kerajinan yang paling terkenal adalah kerajinan kuningan ABDULLAH yg berdiri sejak tahun 1984, asal mula nama toko kuningan Abdullah di ambil dari nama pemilik usaha kerajinan kuningan yang dirintis oleh suami istri bernama H. Abdullah dan Hj. Anis memang sudah menjadi warisan dari nenek moyang. Sebagian besar turunan dari mereka menjadi pengusaha kuningan yang sukses, karena usaha yang dirintis memang sudah sejak dulu. Kuningan Abdullah adalah salah satu kuningan yang cukup terkenal di desa Cindogo karena kerapian dalam membuat kuningan, kerapian dalam pengecatan atau mendesain sesuai permintaan dari pembeli. Selain sebagai pemilik show room kuningan, pemilik usaha kuningan tersebut juga bekerja sebagai guru di sekolah dasar salah satu SD di desa Cindogo. beliau juga sebagai sosok ayah buat kedua anaknya. Jadi show room kuningan bukanlah tumpuan utama dalam pekerjaan bapak Abdullah. Kerajinan kuningan yang berkualitas di lihat dari proses dan cara pembuatannya, serta keuletan dari tangan pekerja sehingga bisa menghasilkan produk yang dapat dikenal diberbagai daerah dan kota. Tidak hanya itu, para touris asing juga sering memesan kuningan sebagai buah tangan yang diperoleh dari daerah Cindogo. Para pejabat penting pun tak lupa mampir jika sedang berkunjung ke Cindogo untuk membeli kerajinan kuningan yang sudah menjadi ciri khas dari desa Cindogo. Usaha kuningan yang semakin berkembang membuat kerajinan kuningan semakin dikenal oleh banyak masyarajat. Yang awalnya hanya bermodal kecil dan jumlah karyawan yang masih sedikit dulunya hanya bisa memproduksi beberapa pesanan yang diminta, sehingga hanya bisa membantu pendapatan dari beberapa masyarakat Cindogo saja. Namun sekarang, kemajuan dan kerajinan kuningan yang semakin berkembang akhirnya bisa menambah beberapa karyawan, yang sebelumnya 2 orang sekarang menjadi 6 orang. Sehingga dengan adanya produksi kuningan disekitar daerah masyarakat banyak yang merasa terbantu perekonomiannya.[3] (soerjatno, 2012)            Potensi ekonomi masyarakat Cindogo yang sebagian besar bekerja dibidang pertanian, sehingga jenis keterampilan produktif yang diharapkan dapat memperbaiki tingkat penghasilan atau membuka kesempatan berpenghasilan bagi sebagian besar penduduk pedesaan masih berkisar pada bidang pertanian. Upaya instensifikasi dan ekstensifikasi pertanian tidak akan efektif apabila para petaninya sendiri tidak mempunyai perilaku produktif dibidang pertanian. Namun demikian, peluang kerja yang masih bisa dikembangkan guna membuka lapangan pekerjaan diluar bidang pertanian pada strata mutu tingkat menengah ke bawah, di antaranya bidang jasa dan perdagangan serta industri rumah tangga. Bidang jasa pada masyarakat Cindogo sudah bergerak disalon, bidang perdagangan pada masyarakat Cindogo hasilnya sudah banyak penduduk yang membuka tokomakanan kecil-kecilan sesuai minat dan kebutuhan masyarakat. Serta sektor industri rumah tangga, yang bergerak pada kerajinan kuningan. Dari sektor kerajinan kuningan tersebut membuka banyak peluang kerja dan ekonomi masyarakat, karena bahan yang digunakan untuk pembuatan kuningan sendiri dibutuhkan dari alam. Pada saat membuat kuningan membutuhkan pasir halus yang dibeli dari pengangkut dan penjual pasir, timah didapatkan dari masyarakat yang bisa memproduksi timah, dalam proses pembakarannya membutuhkan arang agar hasilnya maksimal sehingga membeli arang kepada para pengepul arang. Dengan adanya perindustrian kuningan memberikan dampak banyak kepada para masyarakat disekitaran Cindogo yang berada dilingkungan daerah tersebut. Sehingga para masyarakat tidak hanya terbantu dalam pekerjaan membuat kuningan tetapi juga merasa terbantu karena bahan untuk pembuatan kuningan membutuhkan sumber daya alam, sehingga para masyarakat Cindogo juga mendapat penghasilan dari menjual arang, pasir, timah, malan, dan lain sebagainya. Pada sektor ini, masyarakat tidak banyak yang tau mengenai cara pembuatan kuningan, dikarenakan pembuatan kuningan didaptkan dari hasil turun-temurun keluarga pengrajin itu sendiri. Sehingga pada saat membuka usaha kerajinan kuningan masyarakat masih banyak yang belum mengetahui mengenai cara pembuatannya. Jadi ketika UD. ABDULLAH membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat yang berminat dan mau belajar dipekerjaan tersebut masih diberikan bimbingan atau langkah-langkah mengenai cara pembuatannya. Sehingga setelah banyak masyarakat yang mengetahui pembuatannya dapat dipekerjakan atau membuka peluang usaha sendiri disekitaran rumahnya. Sehingga lambat laun para pekerja di UD. ABDULLAH juga dapat menciptakan hasil produksi yang sama.    Dengan cara seperti itulah usaha kerajinan kuningan dapat membantu mengurangi kemiskinan dan pengangguran yang ada di desa Cindogo .            Dari industri rumahan yang awalnya kecil, dan sekarang menjadi lebih besar bahkan dapat dikenal oleh masyarakat akhirnya dapat membantu perekonomian masyarakat Cindogo dan membuka banyak peluang pekerjaan disekitaran daerah. Sehingga dari proses yang demikian tercipta banyak peluang pekerjaan untuk masyarakat. Dan kemiskina yang terjadi tidak sebanyak dulu pada saat awal tidak adanya kerajinan kuningan. Masyarakat Cindogo merasa terbantu dengan adanya kerajinan kuningan yang masuk disekitaran rumah.
               Berdasarkan analisis data yang telah dikemukakan pada BAB II, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:1). Kemiskinan yang terjadi di desa Cindogo disebabkan karena faktor pendidikan  dan pengetahuan masyarakat yang kurang untuk mengetahui keterampilan yang ada. Keterampilan yang dimiliki oleh setiap individu berbeda, pada keterampilan yang ada dimasyarakat Cindogo ada di pertanian. Tidak adanya keterampilan, pengetahuan dan ketersediaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat adalah salah satu indikataor penyebab terjadinya kemiskinan dibeberapa daerah. Jenis keterampilan yang dimiliki dan didapat oleh orang-orang yang tinggal di kota tentunya akan berbeda dengan yang didesa, hal tersebut disebabkan karena faktor individu masyarakat yang hanya bergantung dibeberapa sektor pekerjaan saja. Dari jumlah keseluruhan masyarakat Cindogo yang didapat dari kantor desa 3158 jiwa yang bekerja sebagai buruh tani  adalah 164 jiwa. Sehingga dapat diketahui bahwa 5,19% masyarakat Cindogo penduduknya sebagai buruh tani. Dari kesimpulan di atas didapatkan data masyarakat yang termasuk golongan masyarak miskin dari kantor desa Cindogo dengan total jumlah penduduk keseluruhan masyarakat Cindogo 3158 penduduk, yang termasuk ke dalam golongan masyarakat miskin 425 kepala keluarga, sehingga dari jumlah keseluruhan penduduk Cindogo 13,5 % adalah penduduk miskin. Angka kemiskinan yang terjadi di desa Cindogo cukuplah besar, dan yang mempunyai lahan atau bertindak sebagai petani 258 kepala keluarga. Tidak sebanding dengan banyaknya jumlah pekerja yang harus berada disektor pertanian.2). Sebagian masyarakat yang ingin mengubah kehidupannya mulai melakukan revormasi atau perubahan terhadap pekerjaannya. Kondisi alam yang ada di daerah Cindogo berpotensi dalam pertanian, karena tanah yang subur membuat tanaman mudah tumbuh di desa Cindogo. Sehingga sektor pertanian sampai saat ini yang ada di desa Cindogo masih menjadi tumpuan utama dalam pencaharian mereka. Keterampilan yang dimiliki oleh rata-rata penduduk Cindogo hanya berada dibidang kerajinan kuningan, dan hal itu pun tidak semua masyarakat Cindogo mengetahui cara pembuatan dan tekhnik yang harus dilakukan karena sulitnya pembuatan kerajinan kuningan membuat beberapa masyarakat yang malas enggan untuk ikut dalam usaha tersebut, padahal prospek kedepannya lebih bagus jika dibandingkan dengan pertanian yang ada di desa Cindogo. Namun karena kurangnya keterampilan yang dimiliki sehingga membuat hal tersebut terjadi. Tetapi tak hanya itu yang dikhawatirkan oleh masyarakat, modal yang besar dalam pembuatan kuningan juga di butuhkan untuk membeli bahan bakuawal dalam pembuatan kuningan, sehingga tidak banyak yang beralih kesektor perindrustian tersebut.
3). Dengan adanya perindustrian kuningan memberikan dampak banyak kepada para masyarakat disekitaran Cindogo yang berada dilingkungan daerah tersebut. Sehingga para masyarakat tidak hanya terbantu dalam pekerjaan membuat kuningan tetapi juga merasa terbantu karena bahan untuk pembuatan kuningan membutuhkan sumber daya alam, sehingga para masyarakat Cindogo juga mendapat penghasilan dari menjual arang, pasir, timah, malan, dan lain sebagainya. Penulis mengharapkan bahwa hasil penulisan ini, dapat memberikan manfaaat dan kontribusi yang besar bagi berbagai pihak. Oleh karena itu, dengan selesainya penulisan ini, maka penulis merasa perlu menyampaikan saran yaitu:
1). Perangkat desa diharapkan untuk sering-sering memberikan penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat agar dapat meningkatkan keterampilan dan pengetahuannya dibidang wirausaha. Karena ketika masyarakat Cindogo maju akan membuat sejahtera kehidupan yang ada disekitaran daerah.2). Pemerintah diharapkan dapat memberikan bantuan modal bagi para usaha kecil yang mempunyai potensi besar untuk memajukan masyarakat disekitaran daerah.           (n.d.). Retrieved from http://id.m.wikipedia.org/wiki/kemiskinan. (2011). Retrieved from langit maju: http://langitmaju.file.wordpress.com.2011/20%/soerjatno. (2012). cara pembuatan tape. jakarta: erlangga.                            Figure 1Tempat usaha kuningan UD. ABDULLAH
Pemilik kuningan UD. ABDULLAH           
Berikut contoh dari hasil kerajinan kuningan :    
    
 Tempat pembuatan kerajinan kuningan UD. ABDULLAH contoh pada saat malan dibaluri dengan tanah liatTanah liat yanag sudah dijemur selama beberapa hari dan menjadi kering.  Malan yang sudah di rendam selama sehari kemudian diangkat .Wajan yang digunakan untuk perendaman malan Tungku pembakaran kuningan    Beberapa foto yang dilakukan pada saat bersama pekerja : Bapak Rasi Bapak Ali                      Hasil wawancara dengan pemilik show room UD. ABDULLAH Pertanyaan
1)   apa yang menjadi motivasi awal dalam membuka kerajinan kuningan ABDULLAH ?2)   sejak kapan usaha kuningan ABDULLAH ini dibuka?3)   Berapa jumlah karyawan yang bekerja di UD. ABDULLAH ?4)   Dalam proses pembuatan kuningan melibatkan siapa saja ?5)   Apa saja bahan-bahan yang harus ada dalam pembuatan kuningan ?6)   Bagaimana proses pembuatan kuningan ? Jawaban1)   untuk membantu masyarakat Cindogo agar pendapatannya bertambah, sehingga tidak aka nada lagi yang namanya hutang untuk memenuhi kebutuhan hidup, walaupun pendapatan yang didapat dari bekerja tidak sebanyak pekerja kantoran. Memberikan keterampilan kepada masyarakat. Dan membantu pemerintah dalam mengatsi kemiskinan di daerah Cindogo.2)   Usaha kuningan yang saya dirikan ini, saya buka sejak saya menikah. Tepatnya pada tahun 1984.3)   Jumlah karyawan yang bekerja di UD.ABDULLAH tidak banyak. Karena sebagian besar pekerjaannya juga ada salah satu anggota yang mengerjakan.Jumlah pekerjanya ada 6 orang.
4)   Dalam proses pembuatan kuningan ini saya melibatkan karyawan, yang dibagi menjadi beberapa kelompok kerja sesuai dengan keterampilan yang dimiliki.5)   Bahan yang sangat pokok dan harus ada dalam proses pembuatan kuningan yaitu timah, malan, arang, tanah liat, pasir halus dan pasir kasar, cat dan kuningan.6)   Siapkan terlebih dahulu bahan yang akan dijadikan sebagai pembuatan kuningan, setelah selesai semua lakukan langkah-langkah sebagai berikut
- buatlah bentuk atau pola yang diinginkan dengan menggunakan bahan malan. - setelah malan sudah terbentuk sesuai selera rendam kedalam air dingin selama satu hari.- kemudian dari rendaman malan yang tadi itu, di angkat dan dicelupkan ke halusnya arang.- setelah itu, biarkan sampai mongering dengan lumuran arang tadi.- setelah kering baluri dengan tanah liat yang dicampu pasir.- setelah kering baluri lagi dengan pasir kasar.- kemudian setelah prose situ telah dilakukan semua jemur hingga benar-benar kering, sekitar 4 samapi 5 hari.- angkat dari panasnya matahari dan di cor.- kemudian dilakukan pembubutan untuk menghasilkan kuningan.-setelah selesai ke tahap pengukiran, pengukiran dilakukan untuk mendapatkan bentuk dan pola sesuai yang diinginkan.- di poles dan di cat sesuai dengan keinginan.- dan tahap yang terakhir diberi antigores.Setelah tahap itu semua selesai kuningan siap dipasarkan.        [1] http://id.m.wikipedia.org/wiki/kemiskinan.
 [2]http://langitmaju.file.wordpress.com.2011/20%/ [3] soerjatno.2012.cara pembuatan kuningan.jakarta:erlangga
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar