MENGATASI KEMISKINAN DENGAN USAHA KUNINGAN “ABDULLAH”
MENGATASI KEMISKINAN DENGAN USAHA KUNINGAN “ABDULLAH”
Ditulis
untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Ilmu Sosial yang dibimbing oleh Dr.
H. Sukidin, M.Pd
Ditulis
oleh : Nila Rizkie FebriantiNIM
140210301036Kelas
A Reg PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMIJURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN
SOSIAL
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKANUNIVERSITAS JEMBER2014
KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB IPENDAHULUAN1.1.Latar Belakang Masalah1.2.Rumusan
Masalah1.3.Tujuan
Penulisan1.4.Manfaat
Penulisan1.5.Metode
PenulisanBAB IIPEMBAHASAN2.1.Berapa
persen dari penduduk Cindogo yang termasuk dalam golongan masyarakat miskin ?2.2.Apa
yang harus dilakukan untuk mengatasi masalah kemiskinan tersebut?2.3.Bagaimana
peran UD. ABDULLAH dalam mengatasi kemiskinan di desa Cindogo ?BAB IIIPENUTUP3.1.Kesimpulan
3.2.SaranDAFTAR PUSTAKALAMPIRANKORPUS DATA
Puji syukur dipanjatkan kehadirat Allah swt, berkat
rahmat serta inayah-Nya penulis berhasil menyelesaikan makalah ini. Shalawat
beserta salam semoga senantiasa tercurah limpahkan kepada junjunan Nabi
Muhammad saw,keluarga,sahabat serta umatNya. Sepenuhnya penulis menyadari bahwa
makalah ini jauh dari sempurna.namun penulis berharap makalah ini dapat
bermanfaat bagi kita semua. Makalah berjudul “Mengatasi Kemiskinan dengan Membuka
Usaha kerajinan kuningan Abdullah” ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah
Pengantar Ilmu Sosial. Dalam penulisan makalah ini penulis mendapat bantuan
dari berbagai pihak. Pada kesempatan ini,penulis mengucapkan terimakasih
kepada Dr.H .Sukidin.M.Pd selaku dosen
pengajar dan pembimbing yang memberikan materi dan semua pihak yang telah
membantu yang tidak bisa saya sebutkan satu-satu dalam penyusunan makalah ini.
Kemiskinan yang terjadi di beberapa daerah,terutamanya
daerah Cindogo dimana adalah tempat penulis berasal.merupakan salah satu contoh
dari beberapa daerah yang mengalami kemiskinan. Seharusnya hal tersebut membuat
kita menyadari akan pentingnya keterampilan, sebagai penerus bangsa marilah
kita untuk kiat dalam belajar agar nantinya dapat membangun Negara Indonesia
dari guncangan ekonomi dan pendidikan. Dengan ini penulis mengangkat tema
ekonomi agar para pembaca dapat menyadari bahwa masih banyak masyarakat
Indonesia yang hidupnya kekurangan. Penulis berharap makalah ini digunakan para
pembaca sebagai bahan acuan dalam menuntaskan kemiskinan yang terjadi.Penulis
menyadari bahwa makalah ini jauh dari kata sempurna, oleh karena itu kritikan
dan saran yang sifatnya membangun penulis harapkan demi kesempurnaan penulisan
makalah ini. Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat dan wawasan luas bagi
kita semua. Akhir kata penulis ucapkan terimakasih dan mohon maaf apabila ada
kekurangan dan kesalahan dalam penyusunan makalah. Jember
, 22 november 2014 Penulis
KATA PENGANTARDAFTAR ISIBAB IPENDAHULUAN1.1. Latar Belakang Masalah1.2. Rumusan Masalah1.3. Tujuan Penulisan1.4. Manfaat Penulisan1.5. Metode PenulisanBAB IIPEMBAHASAN2.1. Berapa persen dari penduduk Cindogo yang termasuk
dalam golongan masyarakat miskin ?2.2. Apa yang harus dilakukan untuk mengatasi masalah
kemiskinan tersebut?2.3. Bagaimana peran UD. ABDULLAH dalam mengatasi
kemiskinan di desa Cindogo ?BAB IIIPENUTUPDAFTAR PUSTAKALAMPIRANKORPUS DATA
Ketimpangan
pendapatan dan pengeluaran perhari yang terjadi pada masyarakat Cindogo
mengakibatkan kemiskinan tumbuh dan berkembang. Sehingga untuk memenuhi
kebutuhan hidup sehari-hari mereka harus berhutang karena faktor pendapatannya
tidak mencukupi. Sebagian besar masyarakat Cindogo bertumpu pada bidang pertanian,
sehingga jenis keterampilan yang diharapkan dapat memperbaiki tingkat
penghasilan. Tetapi kesempatan berpenghasilan tinggi masih berkisar di bawah
rata-rata. Hal ini di sebabkan karena masyarakat tidak mau beralih pekerjaan ke
bidang usaha yang lebih baik lagi.hanya beberapa orang saja yang mempunyai
keterampilan dibidang tertentu. Sehingga tidak banyak bagi mereka tetap pada
level bawah dalam sebuah pendapatan. Diantara masyarakat Cindogo hanya ada beberapa orang saja
yang mempunyai kreativitas tinggi,yang kemudian membuka sebuah usaha kerajinan
kuningan. Sebagian dari mereka adalah seorang petani yang kemudian membuka
peluang kerja tinggi bagi masyarakat lain yang pekerjaannya sebagai buruh tani.
Meskipun usaha yang di kembangkan tidak sebesar perencanaan awal.tetapi,hal
tersebut sudah dapat membantu beberapa pengangguran yang ada di daerah Cindogo.
Tak hanya itu para pekerja buruh yang awalnya mendapat upah hanya dapat di
gunakan untuk membeli makan,dengan adanya wiraswasta kerajinan kuningan tersebut
dapat terbantu sedikit pemasukannya. Untuk itu kuningan Abdullah membuka
peluang usaha yang dapat mengurangi
pengangguran walaupun penghasilannya tidak banyak. Tetapi hal tersebut sudah
dapat membantu keuangan masyarakat yang awalnya harus berhutang, setelah
mendapat pekerjaan sebagai pengrajin kuningan kehidupannya menjadi lebih baik.
Dengan adanya hal tersebut dapat mengurangi angka kemiskinan yang ada di desa
Cindogo. Berdasarkan latar
belakang yang penulis buat, berikut beberapa rumusan masalah :1). Berapa persen dari
penduduk Cindogo yang termasuk dalam golongan masyarakat miskin ?2). Apa yang harus
dilakukan untuk mengatasi masalah kemiskinan tersebut?3). Bagaimana peran UD.
ABDULLAH dalam mengatasi kemiskinan di desa Cindogo ?Sesuai rumusan masalah yang ditulis,penulis mempunyai
beberapa tujuan sebagai berikut :1). Untuk mengetahui
penduduk Cindogo yang termasuk dalam golongan masyarakat miskin.2). Untuk memberikan
wawasan kepada para pembaca mengenai kerajinan yang ada di desa Cindogo.3). Mendeskripsikan
mengenai peluang pekerjaan kuningan yang ada di Cindogo.4). Sebagai informasi
cara mengatasi kemiskinanPenulisan ini
memberikan manfaat :1). Bagi penulis, hasil
penulisan ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah.1
2). Bagi pembaca, hasil penulisan ini
dapat di gunakan sebagai bahan acuan dalam membuka peluang kerja bagi
lingkungan masyarakat miskin.
2
3). Bagi penulis lain, dapat digunakan
sebagai bahan acuan untuk di ketahui hasilnya lebih lanjut.
Metode yang digunakan
oleh penulis sebagai berikut :1). Metode kajian
pustaka
Penulis mengambil
referensi dari berbagai sumber baik dari buku ataupun dari internet sebagai
acuan yang digunakan dalam penulisan untuk disesuaikan dengan judul yang
dibuat.2). Metode wawancaraPenulis melakukan
wawancara dengan narasumber membuat
beberapa pertanyaan seputar masalah yang di tulis oleh penulis.
Kemiskinan
merupakan suatu keadaan dimana terjadi ketidak seimbangan antara pemasukan dan
pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan hidup. Seperti pakaian, makanan, tempat
berlindung, pendidikan dan kesehatan.
Miskin adalah keadaan seseorang yang tidak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya
secara materi, karena kemampuan yang ada didunia ini hanya bisa diukur oleh
materi, jika seseorang sudah tidak mempunyai materi yang cukup untuk memenuhi
kebutuhan hidupnya maka orang tersebut dikategorikan dalam golongan masyarakat
miskin. Kemiskinan yang terjadi diberbagai daerah sudah bukan menjadi rahasia
umum lagi di Negara Indonesia. Tidak adanya keterampilan, pengetahuan dan
ketersediaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat adalah salah satu indikataor
penyebab terjadinya kemiskinan dibeberapa daerah. Jenis keterampilan yang
dimiliki dan didapat oleh orang-orang yang tinggal di kota tentunya akan
berbeda dengan yang didesa, hal tersebut disebabkan karena faktor individu
masyarakat yang hanya bergantung dibeberapa sektor pekerjaan saja.
Di
dalam dunia ini, setiap Negara pasti mempunyai masalah dalam tatanan
kehidupannya. Baik itu masalah ekonomi atau pun masalah sosial yang muncul
didaerah tertentu. Namun permaslahan yang ada di Negara Indonesia adalah faktor
kemiskinan. Indikator penyebab suatu masyarakat dikatakan miskin yaitu kekurangan materi untuk mecapai kebutuhan
yang memenuhi pangan, sandang dan sejenisnya, kurangnya sosialisasi masyarakat
dengan orang luar untuk mencapai pengetahuan yang dapat memberikan wawasan luas
mengenai jenis pekerjaan dan lapangan pekerjaan yang cocok untuk dijalankan,
kurangnya pendapatan, pendapatan yang kecil diperoleh suatu masyarakat tidak
sebanding dengan jumlah pengeluaran yang harus dibayarkan untuk memenuhi
kebutuhan hidupnya, hal-hal yang demikian adalah ciri masyarakat yang tergolong
dalam kelompok miskin. Dengan adanya ciri-ciri tersebut dapat dengan mudah
mengetahui desa atau kota yang termasuk masyarakat miskin, di kota Bondowoso
tepatnya desa Cindogo adalah salah satu dari sekian juta desa atau kota yang
termasuk kedalam golongan masyarakat miskin. Masyarakat Cindogo yang mempunyai
tanah subur dengan lahan yang luas membuat masyarakat Cindogo bekerja dibidang
agribisnis atau pertanian. Sehingga pekerjaan yang dominan didesa tersebut
adalah pertanian. Dan desa Cindogo juga termasuk kedalam golongan masyarakat
miskin. Karena masyarakat Cindogo yang tidak mempunyai keterampilan lain dalam
berbisnis sehingga menyebabkan hal tersebut terjadi. (htt)Tidak
hanya itu faktor keluarga menyebabkan pertumbuhan anggota keluarga yang semakin
meningkat, tidak sebanding dengan pendapatan yang di dapat. Kemiskinan yang
sering terjadi di berbagai daerah juga sebagai penyebab akibat dari kemalasan
manusia untuk membuka peluang usaha. Seandainya mereka mau untuk membuka
peluang usaha, setidaknya akan mengurangi pengangguran. Kemiskinan yang terjadi
di desa Cindogo adalah contoh kemiskinan struktural yang di artikan sebagai
kemiskinan yang di derita oleh suatu golongan masyarakat karena struktural sosial masyarakat itu, tidak dapat menggunakan sumber-sumber
pendapatan yang sebenaranya tersedia bagi mereka. Mereka tidak dapat
memanfaatkan alam sekitar dengan baik, sehingga potensi alam yang dimiliki
tidak dapat membantu perkembangan pendapatan mereka. Struktur alam dan kondisi
alam yang subur didesa Cindogo tidak banyak dimanfaatkan oleh beberapa penduduk
sehingga pendapatan tetap saja konstan , tidak berubah. Dari jumlah keseluruhan
masyarakat Cindogo yang didapat dari kantor desa 3158 jiwa yang bekerja sebagai
buruh tani adalah 164 jiwa. Sehingga
dapat diketahui bahwa 5,19% masyarakat Cindogo penduduknya sebagai buruh tani.
Para buruh tani yang hanya mengandalkan pendapatannya dari pemilik tanah
sebagai pekerja tidak dapat mencukupi kebutuhan makan diri sendiri dan
keluarganya. Karena penghasilan yang di dapat sebagai buruh tidak sebanding
dengan pengeluarannya sehari-hari. Itu disebabkan karena masyarakat Cindogo
tidak mempunyai keterampilan lain untuk mengembangkan pekerjaannya yang membuat
para masyarakat harus berhutang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sehingga
dari hal tersebut dapat di simpulkan bahwa masyarakat Cindogo termasuk golongan
masyarakat miskin. Dari kesimpulan di atas didapatkan data masyarakat yang
termasuk golongan masyarak miskin dari kantor desa Cindogo dengan total jumlah
penduduk keseluruhan masyarakat Cindogo 3158 penduduk, yang termasuk ke dalam
golongan masyarakat miskin 425 kepala keluarga, sehingga dari jumlah
keseluruhan penduduk Cindogo 13,5 % adalah penduduk miskin. Angka kemiskinan
yang terjadi di desa Cindogo cukuplah besar, dan yang mempunyai lahan atau
bertindak sebagai petani 258 kepala keluarga. Tidak sebanding dengan banyaknya
jumlah pekerja yang harus berada disektor pertanian. Selain itu pekerjaan
sebagai buruh tani, yang tidak dilakukan setiap hari, menyebabkan pendapatan
masyarakat semakin berkurang dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, karena sawah
yang tidak memadai sehingga menyebabkan terjadinya ketidak seimbangan antara
lahan dengan jumlah pekerja. Sedangkan untuk beralih ke profesi yang lain bukan
buruh tani tidak mempunyai keterampilan. dengan adanya hal tersebut menyebabkan
terjadinya pengangguran. Pengangguran yang terjadi karena keterampilan yang
kurang dan pengetahuan masyarakat yang rendah, menyebabkan mereka menganggur
jika tidak ada sawah yang harus di kerjakan. Ketidak cocokan keterampilan
disebabkan karena tidak adanya keseimbangan program kerja pemerintah dengan
perkembangan masyarakat. Kemiskinan yang terjadi dimasyarakat Cindogo di
sebabkan karena faktor individu masyarakat kurang kreatif dan pengetahuan yang
kurang mengenai jenis usaha yang cocok untuk di kembangkan. Sebagian
masyarakat yang ingin mengubah kehidupannya mulai melakukan revormasi atau
perubahan terhadap pekerjaannya. Indonesia merupakan sektor agribisnis yang mempunyai
lahan luas dan tanah subur, sehingga rata-rata penduduknya bekerja pada bidang
pertanian. Walaupun hanya sebagai buruh dan petani. Namun dengan adanya hal
tersebut para penduduk berlomba-lomba dalam mencari kerja sebagai buruh
meskipun pekerjaannya hanya di upah dengan jumlah yang sedikit sekitar 15.000
sampai 20.000 perhari. Tidak terkecuali masyarakat Bondowoso. Desa Cindogo
mayoritas pendudukya sebagai buruh tani dan petani. Upah yang sedemikian
kecilnya hanya bisa digunakan untuk keperluan makan sehari-hari. Dengan upah
yang segitu kecilnya tidak sebanding dengan pekerjaan yang mereka lakukan. Yang
sudah tentu akan merawat dan menjaga sawah hingga siap untuk dipanen dan
dikonsumsi. Tetapi bagaimana pun keterampilan
masyarakat yang kurang sehingga menyebabkan mereka bekerja disektor yang sama
selama bertahun-tahun.kurangnya pengetahuan dan informasi yang didapat
masyarakat mengania pelatuhan yang sering diadakan oleh kepala desa Cindogo,
membuat mereka kurang melatih diri sendiri untuk membuka usaha atau bekerja
disektor lain. Dengan adanya hal tersebut sebagian masyarakat yang ingin
mengubah kehidupannya mulai melakukan revormasi atau perubahan terhadap
pekerjaannya. Dengan adanya keinginan merubah kehidupan kearah lebih baik lagi
sehingga menciptakan lapangan pekerjaan yang untuk bisa diduduki oleh beberapa
orang pekerja baru yang setidaknya dapat membantu mengurangi beban pengeluaran
dan menambah pendapatan mereka. (langit maju, 2011)Kondisi
alam yang ada di daerah Cindogo berpotensi dalam pertanian, karena tanah yang
subur membuat tanaman mudah tumbuh di desa Cindogo. Sehingga sektor pertanian
sampai saat ini yang ada di desa Cindogo masih menjadi tumpuan utama dalam
pencaharian mereka. Kondisi alam di Cindogo dapat dengan mudah ditanami oleh
berbagai macam tumbuhan yang khusus tumbuh didaerah dataran rendah. Namun jika
hanya mengandalkan dari hasil bumi tersebut tidak akan mendapat banyak
keuntungan bagi para buruh, karena kondisi alam dan faktor cuaca yang selalu
berubah sering kali membuat para petani rugi ketika gagal panen. Dengan adanya
hal tersebut diperlukan adanya pekerjaan sampingan yang sama-sama memberikan
keuntungan yang besar bagi masyarakat. Ketika tidak adanya masa panen atau
tanam disawah atau ladang maka akan menimbulkan permasalahan baru yang muncul.
Semisalkan ketika padi sudah ditanam kemudian dipanen para buruh tidak akan
mendapat pekerjaan lagi,mereka akan menganggur selama masih belum ada sawah
yang harus dikerjakan. Hal yang seperti itu menyebabkan bertambahnya
pengangguran di desa Cindogo. Pengangguran dapat di cegah dengan cara melalui
pendidikan non formal
yang dapat di ikuti oleh seluruh masyarakat desa agar mempunyai keterampilan
yang cukup untuk menghadapi masa depan lebih baik lagi. Karena tingkat
pengetahuan masyarakat desa masih minim, sehingga peran perangkat desa dalam
memberikan penyuluhan mengenai keterampilan dan kreatifitas yang dimiliki
setiap individu itu penting dalam menggali usaha dan membuka peluang pekerjaan
yang baru untuk mengurangi pengangguran dan kemiskinan yang ada didalam
masyarakat Cindogo. Keterampilan yang dimiliki oleh rata-rata penduduk Cindogo
hanya berada dibidang kerajinan kuningan, dan hal itu pun tidak semua
masyarakat Cindogo mengetahui cara pembuatan dan tekhnik yang harus dilakukan
karena sulitnya pembuatan kerajinan kuningan membuat beberapa masyarakat yang
malas enggan untuk ikut dalam usaha tersebut, padahal prospek kedepannya lebih
bagus jika dibandingkan dengan pertanian yang ada di desa Cindogo. Namun karena
kurangnya keterampilan yang dimiliki sehingga membuat hal tersebut terjadi.
Tetapi tak hanya itu yang dikhawatirkan oleh masyarakat, modal yang besar dalam
pembuatan kuningan juga di butuhkan untuk membeli bahan baku awal dalam
pembuatan kuningan, sehingga tidak banyak yang beralih kesektor perindrustian
tersebut.
Pembangunan
ekonomi masyarakat yang terstuktur dan rapi akan mencegah terjadinya hal-hal
yang dapat merugikan masyarakat. Kemiskinan yang terjadi di daerah karena
faktor pengangguran yang tinggi, pengangguran yang terjadi dipedesaan seperti
desa cindogo berpotensi untuk mengisi arus urbanisasi, arus produk tekhnologi,
dan peningkatan pembangunan. Daerah pedesaan akan membuka peluang kesempatan
kerja dibidan non pertanian, seperti jasa, perdagangan, tekhnik, indrustri
rumah tangga dan lain sebagainya. Seperti sekarang sudah banyak masyarakat
Cindogo yang peduli akan keterampilan yang harus dimiliki oleh setiap orang
saat ini, di desa Cindogo sudah banyak berdiri usaha yang dibuat oleh masing-masing
individu. Seperti membuka usaha kecil-kecilan dengan membuka usaha dagang
menjual makanna pokok rumah tangga, seperti beras, gula, minyak, telur, kacang,
dan lain sebagainya. Hal tersebut adalah contoh dari usaha masyarakat Cindogo
dalam mengatasi kemiskinan dengan berjualan. Membuka usaha jasa, seperti
membuka salon khusus potong rambut pria, dan ilmu tersebut didapat dari hasil
pelatihan yang diberikan oleh perangkat desa untuk mengurangi pengangguran dan
meningkatkan penghasilan, sebagian dari masyarakat. Namun pekerjaan yang masih
tetap unggul dan dimintai oleh masyarakat tetap menjadi buruh tani, itu
sebagian orang yang memang sudah tidak dapat mengembangkan lagi kreativitasnya
dalam bidang lain. Dibuktikan dari data pekerjaan masyarakat Cindogo bahwa :-Buruh harian lepas
sebanyak 207 orang.-Buruh tani sebanyak
164 orang.-Pedagang sebanyak 50
orang.Dari kondisi tersebut
dapat di ambil kesimpulan bahwa masyarakat Cindogo lebih mempunyai keaktifan
dan kreativitas dalam mengelola bidang pertanian. Karena pengelolaan bidang
pertanian yang lebih mudah dan tidak sulit pengerjaannya sehingga membuat para
masyarakat tetap pada bidang tersebut, dan hanya ada beberapa orang saja yang
merubah usaha meraka menjadi wiraswasta dan bahkan dijalani dua-duanya,
sehingga selain menjadi seorang pengrajin kuningan juga ada yang bekerja
sebagai petani. Mungkin karena kedua sektor tersebut saling menguntungkan
sehingga tidak dapat meninggalkan kedua pekerjaannya.
Penyuluhan
atau sosialisasi yang diberikan oleh perangkat desa kepada masyarakat itu
penting mengenai keterampilan dan keberlangsungan hidup dimasa mendatang.
Dengan adanya hal tersebut akan membuka pola fikir masyarakat yang awalnya
hanya menjadi buruh dan pekerja kasar di sawah milik orang lain,sekarang bisa
menjadi pengrajin kuningan dan membuka usaha sendiri dirumah. Lapangan kerja
kuningan yang ada di desa Cindogo mempunyai potensi besar bagi para penduduk,
di desa Cindogo sendiri ada 5 toko kuningan yang mempunyai prospek yang sama
kedepannya dalam menghadapi kemiskina dan pengangguran yang ada di desa Cindogo
yaitu ingin membantu pemrintah dalam menanggulangi kemiskinan dan pengangguran
yang terjadi. Sehingga hal tersebut tidak akan terjadi lagi. Dalam setiap toko
atau perindustrian kuningan membutuhkan 6 sampai dengan 10 orang karyawan,
dengan begitu akan mengurangi jumlah pengangguran yang ada di Cindogo. Sehingga
akan mensejahterakan kehidupan masyarakat. Ketika kehidupan masyarakat sudah
sejahtera dengan begitu akan mengurangi beban pemerintah dalam memberikan
bantuan atau subsidi BLT oleh pemerintah. Membuka lapangan pekerjaan tidak
harus dalam bentuk perindustrian seperti kerajinan kuningan, misalkan ketika
ada salah satu masyarakat yang mempunyai keterampilan dalam pembuatan patung
hias dapat menyalurkan ilmunya kepada orang lain dengan memberikan pengajaran
khusus atau di ajak bekerja sama padaa saat menerima sebuah pesanan, sehingga
dengan begitu bisa membantu masyarakat yang tidak mempunyai kreativitas dalam
berkarya tetapi mempunyai kemauan dalam belajar. Usaha kerajinan
kuningan yang ada di desa Cindogo, sudah ada sejak lama. Kerajinan yang paling
terkenal adalah kerajinan kuningan ABDULLAH yg berdiri sejak tahun 1984, asal
mula nama toko kuningan Abdullah di ambil dari nama pemilik usaha kerajinan
kuningan yang dirintis oleh suami istri bernama H. Abdullah dan Hj. Anis memang
sudah menjadi warisan dari nenek moyang. Sebagian besar turunan dari mereka
menjadi pengusaha kuningan yang sukses, karena usaha yang dirintis memang sudah
sejak dulu. Kuningan Abdullah adalah salah satu kuningan yang cukup terkenal di
desa Cindogo karena kerapian dalam membuat kuningan, kerapian dalam pengecatan
atau mendesain sesuai permintaan dari pembeli. Selain sebagai pemilik show room
kuningan, pemilik usaha kuningan tersebut juga bekerja sebagai guru di sekolah
dasar salah satu SD di desa Cindogo. beliau juga sebagai sosok ayah buat kedua
anaknya. Jadi show room kuningan bukanlah tumpuan utama dalam pekerjaan bapak
Abdullah. Kerajinan kuningan yang berkualitas di lihat dari proses dan cara
pembuatannya, serta keuletan dari tangan pekerja sehingga bisa menghasilkan
produk yang dapat dikenal diberbagai daerah dan kota. Tidak hanya itu, para
touris asing juga sering memesan kuningan sebagai buah tangan yang diperoleh
dari daerah Cindogo. Para pejabat penting pun tak lupa mampir jika sedang
berkunjung ke Cindogo untuk membeli kerajinan kuningan yang sudah menjadi ciri
khas dari desa Cindogo. Usaha kuningan yang semakin berkembang membuat
kerajinan kuningan semakin dikenal oleh banyak masyarajat. Yang awalnya hanya
bermodal kecil dan jumlah karyawan yang masih sedikit dulunya hanya bisa
memproduksi beberapa pesanan yang diminta, sehingga hanya bisa membantu
pendapatan dari beberapa masyarakat Cindogo saja. Namun sekarang, kemajuan dan
kerajinan kuningan yang semakin berkembang akhirnya bisa menambah beberapa
karyawan, yang sebelumnya 2 orang sekarang menjadi 6 orang. Sehingga dengan
adanya produksi kuningan disekitar daerah masyarakat banyak yang merasa
terbantu perekonomiannya. (soerjatno, 2012) Potensi
ekonomi masyarakat Cindogo yang sebagian besar bekerja dibidang pertanian,
sehingga jenis keterampilan produktif yang diharapkan dapat memperbaiki tingkat
penghasilan atau membuka kesempatan berpenghasilan bagi sebagian besar penduduk
pedesaan masih berkisar pada bidang pertanian. Upaya instensifikasi dan
ekstensifikasi pertanian tidak akan efektif apabila para petaninya sendiri
tidak mempunyai perilaku produktif dibidang pertanian. Namun demikian, peluang
kerja yang masih bisa dikembangkan guna membuka lapangan pekerjaan diluar
bidang pertanian pada strata mutu tingkat menengah ke bawah, di antaranya
bidang jasa dan perdagangan serta industri rumah tangga. Bidang jasa pada
masyarakat Cindogo sudah bergerak disalon, bidang perdagangan pada masyarakat
Cindogo hasilnya sudah banyak penduduk yang membuka tokomakanan kecil-kecilan
sesuai minat dan kebutuhan masyarakat. Serta sektor industri rumah tangga, yang
bergerak pada kerajinan kuningan. Dari sektor kerajinan kuningan tersebut
membuka banyak peluang kerja dan ekonomi masyarakat, karena bahan yang
digunakan untuk pembuatan kuningan sendiri dibutuhkan dari alam. Pada saat
membuat kuningan membutuhkan pasir halus yang dibeli dari pengangkut dan
penjual pasir, timah didapatkan dari masyarakat yang bisa memproduksi timah,
dalam proses pembakarannya membutuhkan arang agar hasilnya maksimal sehingga
membeli arang kepada para pengepul arang. Dengan adanya perindustrian kuningan
memberikan dampak banyak kepada para masyarakat disekitaran Cindogo yang berada
dilingkungan daerah tersebut. Sehingga para masyarakat tidak hanya terbantu
dalam pekerjaan membuat kuningan tetapi juga merasa terbantu karena bahan untuk
pembuatan kuningan membutuhkan sumber daya alam, sehingga para masyarakat
Cindogo juga mendapat penghasilan dari menjual arang, pasir, timah, malan, dan
lain sebagainya. Pada sektor ini, masyarakat tidak banyak yang tau mengenai
cara pembuatan kuningan, dikarenakan pembuatan kuningan didaptkan dari hasil
turun-temurun keluarga pengrajin itu sendiri. Sehingga pada saat membuka usaha
kerajinan kuningan masyarakat masih banyak yang belum mengetahui mengenai cara
pembuatannya. Jadi ketika UD. ABDULLAH membuka lapangan pekerjaan untuk
masyarakat yang berminat dan mau belajar dipekerjaan tersebut masih diberikan bimbingan
atau langkah-langkah mengenai cara pembuatannya. Sehingga setelah banyak
masyarakat yang mengetahui pembuatannya dapat dipekerjakan atau membuka peluang
usaha sendiri disekitaran rumahnya. Sehingga lambat laun para pekerja di UD.
ABDULLAH juga dapat menciptakan hasil produksi yang sama. Dengan cara seperti itulah usaha kerajinan
kuningan dapat membantu mengurangi kemiskinan dan pengangguran yang ada di desa
Cindogo . Dari industri rumahan yang awalnya kecil, dan sekarang
menjadi lebih besar bahkan dapat dikenal oleh masyarakat akhirnya dapat
membantu perekonomian masyarakat Cindogo dan membuka banyak peluang pekerjaan
disekitaran daerah. Sehingga dari proses yang demikian tercipta banyak peluang
pekerjaan untuk masyarakat. Dan kemiskina yang terjadi tidak sebanyak dulu pada
saat awal tidak adanya kerajinan kuningan. Masyarakat Cindogo merasa terbantu
dengan adanya kerajinan kuningan yang masuk disekitaran rumah.
Berdasarkan
analisis data yang telah dikemukakan pada BAB II, dapat ditarik kesimpulan
sebagai berikut:1). Kemiskinan yang terjadi di desa
Cindogo disebabkan karena faktor pendidikan
dan pengetahuan masyarakat yang kurang untuk mengetahui keterampilan
yang ada. Keterampilan yang dimiliki oleh setiap individu berbeda, pada
keterampilan yang ada dimasyarakat Cindogo ada di pertanian. Tidak adanya
keterampilan, pengetahuan dan ketersediaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat
adalah salah satu indikataor penyebab terjadinya kemiskinan dibeberapa daerah.
Jenis keterampilan yang dimiliki dan didapat oleh orang-orang yang tinggal di
kota tentunya akan berbeda dengan yang didesa, hal tersebut disebabkan karena
faktor individu masyarakat yang hanya bergantung dibeberapa sektor pekerjaan
saja. Dari jumlah keseluruhan masyarakat Cindogo yang didapat dari kantor desa
3158 jiwa yang bekerja sebagai buruh tani
adalah 164 jiwa. Sehingga dapat diketahui bahwa 5,19% masyarakat Cindogo
penduduknya sebagai buruh tani. Dari kesimpulan di atas didapatkan data
masyarakat yang termasuk golongan masyarak miskin dari kantor desa Cindogo
dengan total jumlah penduduk keseluruhan masyarakat Cindogo 3158 penduduk, yang
termasuk ke dalam golongan masyarakat miskin 425 kepala keluarga, sehingga dari
jumlah keseluruhan penduduk Cindogo 13,5 % adalah penduduk miskin. Angka
kemiskinan yang terjadi di desa Cindogo cukuplah besar, dan yang mempunyai
lahan atau bertindak sebagai petani 258 kepala keluarga. Tidak sebanding dengan
banyaknya jumlah pekerja yang harus berada disektor pertanian.2). Sebagian
masyarakat yang ingin mengubah kehidupannya mulai melakukan revormasi atau
perubahan terhadap pekerjaannya. Kondisi alam yang ada di daerah Cindogo
berpotensi dalam pertanian, karena tanah yang subur membuat tanaman mudah
tumbuh di desa Cindogo. Sehingga sektor pertanian sampai saat ini yang ada di
desa Cindogo masih menjadi tumpuan utama dalam pencaharian mereka. Keterampilan
yang dimiliki oleh rata-rata penduduk Cindogo hanya berada dibidang kerajinan
kuningan, dan hal itu pun tidak semua masyarakat Cindogo mengetahui cara
pembuatan dan tekhnik yang harus dilakukan karena sulitnya pembuatan kerajinan
kuningan membuat beberapa masyarakat yang malas enggan untuk ikut dalam usaha
tersebut, padahal prospek kedepannya lebih bagus jika dibandingkan dengan
pertanian yang ada di desa Cindogo. Namun karena kurangnya keterampilan yang
dimiliki sehingga membuat hal tersebut terjadi. Tetapi tak hanya itu yang
dikhawatirkan oleh masyarakat, modal yang besar dalam pembuatan kuningan juga
di butuhkan untuk membeli bahan bakuawal dalam pembuatan
kuningan, sehingga tidak banyak yang beralih kesektor perindrustian tersebut.
3). Dengan
adanya perindustrian kuningan memberikan dampak banyak kepada para masyarakat
disekitaran Cindogo yang berada dilingkungan daerah tersebut. Sehingga para
masyarakat tidak hanya terbantu dalam pekerjaan membuat kuningan tetapi juga
merasa terbantu karena bahan untuk pembuatan kuningan membutuhkan sumber daya
alam, sehingga para masyarakat Cindogo juga mendapat penghasilan dari menjual arang,
pasir, timah, malan, dan lain sebagainya. Penulis mengharapkan
bahwa hasil penulisan ini, dapat memberikan manfaaat dan kontribusi yang besar
bagi berbagai pihak. Oleh
karena itu, dengan selesainya penulisan ini, maka penulis merasa perlu menyampaikan
saran yaitu:
1). Perangkat desa diharapkan untuk sering-sering
memberikan penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat agar dapat meningkatkan
keterampilan dan pengetahuannya dibidang wirausaha. Karena ketika masyarakat
Cindogo maju akan membuat sejahtera kehidupan yang ada disekitaran daerah.2). Pemerintah diharapkan dapat memberikan bantuan
modal bagi para usaha kecil yang mempunyai potensi besar untuk memajukan
masyarakat disekitaran daerah. (n.d.). Retrieved from
http://id.m.wikipedia.org/wiki/kemiskinan. (2011). Retrieved from langit maju:
http://langitmaju.file.wordpress.com.2011/20%/soerjatno. (2012). cara
pembuatan tape. jakarta: erlangga. Figure 1Tempat usaha kuningan UD. ABDULLAH
Pemilik
kuningan UD. ABDULLAH
Berikut
contoh dari hasil kerajinan kuningan :


Tempat
pembuatan kerajinan kuningan UD. ABDULLAH
contoh pada
saat malan dibaluri dengan tanah liat
Tanah liat
yanag sudah dijemur selama beberapa hari dan menjadi kering. Malan yang
sudah di rendam selama sehari kemudian diangkat .
Wajan yang
digunakan untuk perendaman malan
Tungku
pembakaran kuningan Beberapa
foto yang dilakukan pada saat bersama pekerja :
Bapak Rasi
Bapak Ali Hasil
wawancara dengan pemilik show room UD. ABDULLAH Pertanyaan
1) apa yang menjadi
motivasi awal dalam membuka kerajinan kuningan ABDULLAH ?2) sejak kapan usaha
kuningan ABDULLAH ini dibuka?3) Berapa
jumlah karyawan yang bekerja di UD. ABDULLAH ?4) Dalam proses
pembuatan kuningan melibatkan siapa saja ?5) Apa saja
bahan-bahan yang harus ada dalam pembuatan kuningan ?6) Bagaimana
proses pembuatan kuningan ? Jawaban1)
untuk
membantu masyarakat Cindogo agar pendapatannya bertambah, sehingga tidak aka
nada lagi yang namanya hutang untuk memenuhi kebutuhan hidup, walaupun
pendapatan yang didapat dari bekerja tidak sebanyak pekerja kantoran.
Memberikan keterampilan kepada masyarakat. Dan membantu pemerintah dalam
mengatsi kemiskinan di daerah Cindogo.2)
Usaha
kuningan yang saya dirikan ini, saya buka sejak saya menikah. Tepatnya pada
tahun 1984.3)
Jumlah
karyawan yang bekerja di UD.ABDULLAH tidak banyak. Karena sebagian besar
pekerjaannya juga ada salah satu anggota yang mengerjakan.Jumlah pekerjanya ada 6 orang.
4)
Dalam
proses pembuatan kuningan ini saya melibatkan karyawan, yang dibagi menjadi
beberapa kelompok kerja sesuai dengan keterampilan yang dimiliki.5)
Bahan
yang sangat pokok dan harus ada dalam proses pembuatan kuningan yaitu timah,
malan, arang, tanah liat, pasir halus dan pasir kasar, cat dan kuningan.6)
Siapkan
terlebih dahulu bahan yang akan dijadikan sebagai pembuatan kuningan, setelah
selesai semua lakukan langkah-langkah sebagai berikut
- buatlah bentuk atau pola yang diinginkan dengan
menggunakan bahan malan. - setelah malan sudah terbentuk sesuai selera rendam
kedalam air dingin selama satu hari.- kemudian dari rendaman malan yang tadi itu, di
angkat dan dicelupkan ke halusnya arang.- setelah itu, biarkan sampai mongering dengan lumuran
arang tadi.- setelah kering baluri dengan tanah liat yang dicampu
pasir.- setelah kering baluri lagi dengan pasir kasar.- kemudian setelah prose situ telah dilakukan semua
jemur hingga benar-benar kering, sekitar 4 samapi 5 hari.- angkat dari panasnya matahari dan di cor.- kemudian dilakukan pembubutan untuk menghasilkan
kuningan.-setelah selesai ke tahap pengukiran, pengukiran
dilakukan untuk mendapatkan bentuk dan pola sesuai yang diinginkan.- di poles dan di cat sesuai dengan keinginan.- dan tahap yang terakhir diberi antigores.Setelah tahap itu semua selesai kuningan siap
dipasarkan.
http://id.m.wikipedia.org/wiki/kemiskinan.
http://langitmaju.file.wordpress.com.2011/20%/ soerjatno.2012.cara pembuatan
kuningan.jakarta:erlangga
Tidak ada komentar:
Posting Komentar