MEMBANGUN BANGSA YANG BERMARTABAT
DENGAN MENYEIMBANGKAN UANG YANG BEREDAR
Ditulis
untuk memenuhi tugas mata kuliah Ekonomi
Moneter
yang dibimbing
oleh
Umar, HMS, M.Si
Ditulis oleh :
Nila Rizkie Febrianti
NIM / angkatan :
140210301036
/ 2014
Kelas :
B reg
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI
JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN
SOSIAL
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JEMBER
2015
KATA
PENGANTAR
Dengan
mengucapkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, saya sebagai penulis
berbahagia, karena dapat menulis makalah mengenai “Peran Uang Terhadap
Kehidupan Masyarakat Indonesia dalam Kebijakan Pemerintah”. Penulisan makalah
ini dapat diselesaikan tepat waktu, hal ini karena dukungan dari berbagai
pihak. Untuk itu saya mengucapkan terimakasih, terutama kepada Umar, HMS, M.Si
sebagai pembimbing dalam mata Ekonomi Moneter serta semua pihak yang telah
membantu yang tidak bisa saya sebutkan satu-persatu.
Penulis
berharap makalah ini dapat digunakan oleh para pembaca sebagai bahan acuan
untuk mulai belajar mengetahui bentuk dan peran uang dalam kehidupan masyarakat,
karena uang merupakan suatu alat pembayaran yang digunakan dan sangat
dibutuhkan dalam kehidupan sehari – hari.
Makalah
ini saya curahkan sebagai penulisan tentang “Peran Uang Terhadap Kehidupan
Masyarakat Indonesia dalam Kebijakan Pemerintah” sebagai penyelesaian tugas
mata kuliah Ekonomi Moneter. Semoga makalah ini menjadi sebuah bentuk nyata untuk
para pembaca , bahwa didalam kehidupan masyarakat uang yang beredar menentukan
banyaknya transaksi yang ada di dalam kehidupan masyarakat. Oleh sebab itu,
penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca, agar nantinya penulis dapat
menyajikan tulisan yang lebih baik lagi. Akhirnya penulis berharap agar makalah
ini dapat bermanfaat bagi pembaca.
Jember,
25
Mei 2015
Penulis
DAFTAR
ISI
Kata Pengantar…………………………………………...…………………………..i
Daftar
Isi …………………………………………......………………………………ii
Bab
1 Pendahuluan ………………………………………………...………………..1
1.1 Latar Belakang Masalah
……………………………………………..…1
1.2 Rumusan Masalah
………………………………………………………1
1.3 Tujuan Penulisan
……………………………………………………..…1
1.4 Manfaat Penulisan
………………………………………………………1
Bab
II Pembahasan …………………………………………………………………2
Bab
III Penutup ……………………………………………………………………..3
3.1
kesimpulan................................................................................................10
3.2
saran .........................................................................................................10
Daftar
Pustaka…………………………………………………………………...…..5
Bab
1
Pendahuluan
1.1
Latar Belakang Masalah
Uang
berperan penting dalam kehidupan bermasyarakat di Indonesia, mata uang yang ada
dan berlaku di Indonesia adalah Rupiah. Uang dalam kehidupan masyarakat
berperan sebagai alat tukar bertransaksi. Di dalam kehidupan uang dengan
kegiatan perekonomian dapat dianggap sebagai suatu bentuk yang bersifat alami,
karena semua kehidupan yang ada di dunia ini selalu bertransaksi menggunakan
uang misalkan pada saat melakukan produksi barang, investasi, dan konsumsi
selalu melibatkan uang. Uang dibuat untuk mempermudah para masyarakat dalam
memudahkan bertransaksi, sebelum uang dibuat masyarakat harus melakukan tukar
menukar barang yang kebutuhannya sama, tukar menukar barang tersebut disebut
dengan barter. Kemudian karena barter sulit dilakukan dalam menemukan barang
yang nilainya sama dan fungsinya sama jadi diciptakanlah uang untuk memudahkan
bertransaksi.
Bank
melakukan berbagai macam strategi agar masyarakat mau menabungkan sebagian
hasil pendapatannya kepada lembaga keuangan. Di bank sudah ada banyak jenis
tabungan yang dapat dipilih oleh masyarakat yang ingin menabung jenis
simpanannya berupa giro, deposito berjangka, tabungan dan sertifikat deposito. Dalam pertumbuhan
ekonomi sebenarnya, sejauh mana peranan bank dalam membantu usaha para nasabah
yang memerlukan dana, baik dana Investasi maupun dana untuk modal kerja
diharapkan adanya peningkatan pembangunan di berbagai sektor. Bagi pemerintah
sendiri dengan menyebarnya pemberian kredit akan menambah penerimaan pajak dari
keuntungan dari para nasabah dan bank dan adanya kesempatan kerja jika kredit
digunakan sebagai pembangunan usaha baru atau perluasan usaha sehingga dapat
menyedot tenaga kerja baru. Uang beredar
dalam masyarakat sangat berpengaruh bagi kegiatan ekonomi. Jika terlalu bayak
uang yang beredar harga barang akan meningkat tajam sehingga terjadinya inflasi
serta suku bunga akan turun. Begitupun sebaliknya jika uang yang beredar sangat
sedikit akan menghambat perekonomian.
1.2 Rumusan
Masalah
1.
Bagaimana peranan perbankan dalam perekonomian masyarakat saat ini?
2. Bagaimana
peredaran uang yang berlaku di Indonesia ?
3. Bagaimana cara pemerintah dan perbankan dalam
menyeimbangkan uang yang beredar di Indonesia ?
1.3 Tujuan
Penulisan
1.
Untuk mengetahui ekonomi masyarakat saat ini
2. Sebagai
pemenuhan tugas matakuliah ekonomi moneter
3. Sebagai
acuan bagi para pembaca
1.4 Manfaat
Penulisan
1. Untuk mengetahui berbagai macam perbankan yang ada di
Indonesia dalam suatu perekonomian masyarakat
2. Memahami cara yang dilakukan oleh pemerintah dan lembaga
keuangan dalam menyeimbangkan uang yang beredar.
3. Dapat mengetahui peredaran uang yang berlaku di Indonesia
?
Bab II
Pembahasan
2.1 Bagaimana
peran perbankan dalam perekonomian masyarakat saat ini ?
Perbankan jika ditarik
kesimpulan menurut bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat
dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit
dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat
banyak. Dengan adanya bank masyarakat indonesia diharapkan dapat merasa aman
dalam melakukan transaksi ataupun simpan pinjam disuatu lembaga keuangan. Bank
berfungsi dalam menyediakan jasa yang menyangkut dalam penyimpanan nilai dan
perluasan kredit. Bank mendapatkan keuntungan dari biaya transaksi atas jasa
yang sudah diberikan dan bungan dari pinjaman dari pihak debitur.
Peran uang adalah memahami bagaimana aliran atau arus
perputaran barang dan uang terjadi dalam suatu perekonomian. Perkembangan kegiatan
suatu perekonomian pada dasarnya dapat dilihat dari dua sector yang saling
berkaitan, yaitu sector riil ( barang dan jasa ) dan sector moneter ( uang ).
Sector riil dan sector moneter tidak hanya berkaitan erat. Kedua sector
tersebut seperti dua sisi mata uang di mana sisi yang satu tidak dapat
dipisahkan dengan sisi yang lain. Misalnya pembeli memiliki uang, tetapi tidak
memiliki barang, sementara itu, penjual memiliki barang, tetapi tidak memiliki
uang. Dengan demikian, apabila transaksi tersebut dilakukan, nilai transaksi
jual beli barang dan jasa harus sama dengan nilai uang diserahterimakan. Dalam
memenuhi peranannya dalam perekonomian masyarakat saat ini, perbankan membuat
beberapa fungsi bank umum di dalam keberadaan disuatu perekonomian modern, yaitu
1.
Penciptaan Uang
Bank
umum menciptakan uang giral, yaitu sebagai alat pembayaran lewat mekanisme
pemindah bukuan (kliring). Bank sentral dapat menambah atau mengurangi uang
yang beredar dengan memberikan pengaruh terhadap bank umum dalam proses penciptaan
uang.
2.
Mendukung Kelancaran
Mekanisme Pembayaran
Bank
umum berfungsi sebagai kelancaran mekanisme suatu pembayaran, bank umum banyak
menawarkan jasa yang berkaitan dengan mekanisme pembayaran.
3.
Penghimpun Dana
Simpanan Masyarakat.
Bank
umum malakukan penghimpunan dana dari suatu simpanan yang dilakukan oleh
masyarakat yang berupa giro, deposito berjangka, sertifikat berjangka,
tabungan. Kemudian dana yang disimpan oleh beberapa masyarakat akan disalurkan
kepada masyarakat yang membutuhkan dengan cara memberikan kredit atau
penyaluran kredit.
4.
Mendukung Kelancaran
Transaksi Internasional.
Bank
umum dibuat untuk memudahkan bertransaksi antar negara, yaitu secara
internasional. Dengan adanya transaksi tersebut akan lebih lancar, baik itu
transaksi yang berupa jasa ataupun barang.
5.
Penyimpanan Barang –
Barang Berharga.
Bank
memudahkan para masyarakat untuk memberikan kesempatan dalam menyimpan
hartanya, baik itu berupa perhiasan, uang, ijasah ataupun surat berharga
lainnya yang dirasa perlu untuk disimpan ketempat aman.
6.
Pemberian Jasa – Jasa
Lainnya
Bank
memberikan kemudahan kepada para nasabahnya dalam melakukan pembayaran, yang
dapat berupa pembayaran listrik, mengirim uang melalui atm, membayar gaji
karyawan dengan jasa bank.
2.2 Bagaimana peredaran uang yang berlaku di indonesia ?
Di indonesia,
peredaran uang yang berlaku saat ini dibutuhkan beberapa tahap dalam
pencapaiannya untuk diperoleh masyarakat. Uang yang beredar saat ini memiliki
berbagai macam jenis dan variasi, namun pada hakikatnya uang yang beredar pada
masyarakat saat ini dikrlompokkan menjadi beberapa jenis, yaitu uang giral,
uang kartal, dan uang kuasi.
Ø Pertama kali dimunculkan di indonesia sebagai alat tukar yang
sah dalam suatu pembayaran adalah uang kartal, uang kartal merupakan suatu alat
pembayaran yang sah yang digunakan dalam melakukan transaksi jual beli sehari –
hari. Uang kartal terdiri atas uang kertas dan uang logam. Di indonesia,
terdapat dua jenis uang kartal menurut Undang-Undang
Pokok Bank Indonesia No. 11/1953 yaitu uang negara dan uang bank. Uang negara adalah uang yang dikeluarkan oleh pemerintah, terbuat
dari kertas yang memiliki ciri-ciri yaitu dikeluarkan oleh pemerintah,
dijamin dengan undang-undang, bertuliskan nama negara yang mengeluarkannya dan ditanda tangani oleh mentri keuangan. sejak berlakunya Undang-undang No. 13/1968,
uang negara dihentikan peredarannya dan diganti dengan Uang Bank. Uang
Bank adalah uang yang dikeluarkan oleh Bank
Sentral berupa uang logam dan uang kertas, Ciri-cirinya yaitu dikeluarkan oleh Bank
Sentral, dijamin dengan emas atau valuta asing yang
disimpan di bank sentral,
bertuliskan nama bank sentral negara yang bersangkutan (di Indonesia :
Bank Indonesia), ditandatangani oleh gubernur bank sentral.
Uang kartal yang berlaku di indonesia saat ini jika dilihat berdasarkan
jenis pembuatannya dibagi menjadi dua, yaitu uang logam dan uang kertas.
Uang logam dibuat dari emas atau logam, karena bahannya tidak mudah
musanah, dan mudah dikenali oleh masyarakat serta harga emas dan perak yang
cenderung tinggi membuat hal tersebut mudah diterima oleh masyarakat umum.
Sedangkan uang kertas dibuat dengan menggunakan kertas yang didalamnya berisi
gambar dan cap tertentu yang sah, di dalam uang kertas gambar yang ada disetiap
nominalnya berbeda untuk membedakan nominal yang terkandung didalam jenis uang.
Ø Uang giral diciptakan karena semakin besar kebutuhan
masyarakat dan semakin mendesaknya kebutuhan masyarakat dalam memenuhi
kebutuhannya dengan menggunakan sebuah alat tukar yang lebih mudah dan praktis dalam
membawanya. Uang giral diciptakan atau dibuat oleh bank umum, yaitu bank selain
bank indonesia seperti bank mandiri, bank jatim, bank BCA, bank BRI maupun bank
lainnya. Uang giral dapat berupa cek, giro, atau telegrafic transfer.
Ø Uang kuasi merupakan sebuah surat berharga yang digunakan
untuk dijadikan sebuah alat pembayaran. Uang kuasi berupa deposito berjangka,
tabungan, dan dapat juga berupa sebuah valuta asing yang dimiliki oleh swasta
domestik.
2.3 Bagaimana cara
pemerintah dan perbankan dalam menyeimbangkan uang yang beredar di Indonesia ?
Cara atau kebijakan pemerintah dan perbankan
atau bank dalam menyeimbangkan uang yang beredar di Indonesia adalah mengatur
jumlah uang yang beredar pada masyarakat dengan cara menambah atau mengurangi
jumlah uang yang beredar. Dengan adanya hal tersebut uang beredar di suatu
wilayah masyarakat akan terkontrol, namun jika dilakukan beberapa cara
kebijakan moneter dapat digolongkan menjadi dua yaitu kebijakan moneter
ekspansif merupakan suatu kebijakan yang diambil dalam rangka menambah uang
yang beredar di dalam masyarakat. Kebijakan moneter kontraktif merupakan suatu
kebijakan yang diambil dalam rangka mengurangi jumlah uang yang beredar disuatu
wilayah masyarakat. Kebijakan tersebut bisa juga disebut dengan kebijakan uang
ketat. Karena uang yang berdar dimasyarakat dikurangi jumlah. Kebijakan
moneter yang ada di indonesia saat ini dibuat untuk mencapai keseimbangan
internal ( pertumbuhan ekonomi yang tinggi, stabilitas harga, pemerataan
pembangunan) dan keseimbangan eksternal (keseimbangan neraca pembayaran ),
dengan begitu akan lebih mudah dalam pencapaian ekonomi makro yaitu menjaga
stabilasi ekonomi yang dapat diukur dengan kesempatan kerja yang diberikan,
kestabilan harga serta neraca pembayaran internasional yang seimbang. Kebijakan
moneter yang ada di indonesia dapat dilakukan dengan beberapa cara agar
keseimbangan uang yang beredar dimasyarakat tetap stabil, yaitu dengan
melakukan operasi pasar terbuka yaitu dengan cara mengendalikan uang yang
beredar dengan menjual atau membeli surat berharga pemerintah. Politik diskon
merupakan pengaturan jumlah uang yang beredar dengan memainkan tingkat bunga
bank sentral pada bank umum. Rasio cadangan wajib merupakan jumlah uang yang
beredar dengan memainkan jumlah dana cadangan perbankan yang harus disimpan
pada pemerintah, untuk menambah jumlah uang yang beredar pemerintah menurunkan
rasio cadangan wajib, begitupun sebaliknya. Yang terakhir himbauan moral
merupakan kebijakan untuk mengatur jumlah uang beredar dengan jalan memberi
imbauan kepada pelaku ekonomi, misalnya dengan menghimbau kepada perbankan
untuk berhati – hati dalam mengeluarkan kredit agar terhindar dari inflasi. Dengan adanya hal tersebut keseimbangan uang yang
beredar dimasyarakat akan seimbang.
Bab III
Penutup
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan paparan yang dikemukan
dalam pembahasan bab II dapat ditarik kesimpulan bahwa perbankan jika ditarik
kesimpulan menurut bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat
dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit
dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat
banyak. Dengan adanya bank masyarakat indonesia diharapkan dapat merasa aman
dalam melakukan transaksi ataupun simpan pinjam disuatu lembaga keuangan. Untuk
menjaga kestabila uang yang beredar didalam suatu masyarakat pemerintah dan
perbankan melakukan beberapa antisipasi dalam pencegahannya yaitu berupa mengatur jumlah uang yang beredar pada masyarakat dengan cara
menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar. Kebijakan moneter
kontraktif, melakukan operasi pasar terbuka, Politik diskon,
Rasio cadangan wajib, himbauan moral.
3.2
Saran
Diharapkan
ada kerjasama yang pas dalam mengoperasikan keseimbangan uang yang beredar
disutu masyarakat saat ini, dengan adanya kerjasama antara pemerintah dan
perbankan agar dapat terjalin suatu keseimbangan dan kestabilan uang. Dengan
adanya hal tersebut akan lebih mudah pelaksanaannya.
Daftar
Pustaka
Heriyadi, 2012 Peranan
perbankan dan ekonomi indonesia : https://h3r1y4d1.wordpress.com/2012/04/05/peranan-perbankan-dan-perekonomian-indonesia/
Di akses pada tanggal
27 Mei 2015 pukul 22.50
Mulyono, 2012 Peranan
Uang dalam Kegiatan Ekonomi http://mulyonoadjha.blogspot.com/2012/07/peranan-uang-dalam-kegiatan-ekonomi.html
Diakses pada tanggal 27
Mei 2015 pukul 21.30
Desi, 2011 Kebijakan
Moneter :
diakses pada tanggal 28
Mei 2015 pukul 22.00
Niki, 2012 Instrumen
Kebijakan Bank Indonesia
diakses pada tanggal 28
Mei 2015 pukul 20.47

