Minggu, 13 Desember 2015

MEMBANGUN BANGSA YANG BERMARTABAT DENGAN MENYEIMBANGKAN UANG YANG BEREDAR
Ditulis untuk memenuhi tugas mata kuliah Ekonomi Moneter yang dibimbing
oleh Umar, HMS, M.Si




Ditulis oleh                  : Nila Rizkie Febrianti
NIM / angkatan           : 140210301036 / 2014
Kelas                           : B reg

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI
JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JEMBER
2015


KATA PENGANTAR
            Dengan mengucapkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, saya sebagai penulis berbahagia, karena dapat menulis makalah mengenai “Peran Uang Terhadap Kehidupan Masyarakat Indonesia dalam Kebijakan Pemerintah”. Penulisan makalah ini dapat diselesaikan tepat waktu, hal ini karena dukungan dari berbagai pihak. Untuk itu saya mengucapkan terimakasih, terutama kepada Umar, HMS, M.Si sebagai pembimbing dalam mata Ekonomi Moneter serta semua pihak yang telah membantu yang tidak bisa saya sebutkan satu-persatu.
            Penulis berharap makalah ini dapat digunakan oleh para pembaca sebagai bahan acuan untuk mulai belajar mengetahui bentuk dan peran uang dalam kehidupan masyarakat, karena uang merupakan suatu alat pembayaran yang digunakan dan sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari – hari.
            Makalah ini saya curahkan sebagai penulisan tentang “Peran Uang Terhadap Kehidupan Masyarakat Indonesia dalam Kebijakan Pemerintah” sebagai penyelesaian tugas mata kuliah Ekonomi Moneter. Semoga makalah ini menjadi sebuah bentuk nyata untuk para pembaca , bahwa didalam kehidupan masyarakat uang yang beredar menentukan banyaknya transaksi yang ada di dalam kehidupan masyarakat. Oleh sebab itu, penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca, agar nantinya penulis dapat menyajikan tulisan yang lebih baik lagi. Akhirnya penulis berharap agar makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca.
                                                                                               

                                                                                                Jember, 25 Mei 2015

                                                                                                            Penulis

DAFTAR ISI

Kata Pengantar…………………………………………...…………………………..i
Daftar Isi …………………………………………......………………………………ii
Bab 1 Pendahuluan ………………………………………………...………………..1
            1.1 Latar Belakang Masalah ……………………………………………..…1
            1.2 Rumusan Masalah ………………………………………………………1
            1.3 Tujuan Penulisan ……………………………………………………..…1
            1.4 Manfaat Penulisan ………………………………………………………1
Bab II Pembahasan …………………………………………………………………2
Bab III Penutup ……………………………………………………………………..3
            3.1 kesimpulan................................................................................................10
            3.2 saran .........................................................................................................10
Daftar Pustaka…………………………………………………………………...…..5






Bab 1
Pendahuluan
1.1 Latar Belakang Masalah
            Uang berperan penting dalam kehidupan bermasyarakat di Indonesia, mata uang yang ada dan berlaku di Indonesia adalah Rupiah. Uang dalam kehidupan masyarakat berperan sebagai alat tukar bertransaksi. Di dalam kehidupan uang dengan kegiatan perekonomian dapat dianggap sebagai suatu bentuk yang bersifat alami, karena semua kehidupan yang ada di dunia ini selalu bertransaksi menggunakan uang misalkan pada saat melakukan produksi barang, investasi, dan konsumsi selalu melibatkan uang. Uang dibuat untuk mempermudah para masyarakat dalam memudahkan bertransaksi, sebelum uang dibuat masyarakat harus melakukan tukar menukar barang yang kebutuhannya sama, tukar menukar barang tersebut disebut dengan barter. Kemudian karena barter sulit dilakukan dalam menemukan barang yang nilainya sama dan fungsinya sama jadi diciptakanlah uang untuk memudahkan bertransaksi.
            Bank melakukan berbagai macam strategi agar masyarakat mau menabungkan sebagian hasil pendapatannya kepada lembaga keuangan. Di bank sudah ada banyak jenis tabungan yang dapat dipilih oleh masyarakat yang ingin menabung jenis simpanannya berupa giro, deposito berjangka, tabungan dan sertifikat deposito. Dalam pertumbuhan ekonomi sebenarnya, sejauh mana peranan bank dalam membantu usaha para nasabah yang memerlukan dana, baik dana Investasi maupun dana untuk modal kerja diharapkan adanya peningkatan pembangunan di berbagai sektor. Bagi pemerintah sendiri dengan menyebarnya pemberian kredit akan menambah penerimaan pajak dari keuntungan dari para nasabah dan bank dan adanya kesempatan kerja jika kredit digunakan sebagai pembangunan usaha baru atau perluasan usaha sehingga dapat menyedot tenaga kerja baru. Uang beredar dalam masyarakat sangat berpengaruh bagi kegiatan ekonomi. Jika terlalu bayak uang yang beredar harga barang akan meningkat tajam sehingga terjadinya inflasi serta suku bunga akan turun. Begitupun sebaliknya jika uang yang beredar sangat sedikit akan menghambat perekonomian.


1.2 Rumusan Masalah
            1. Bagaimana peranan perbankan dalam perekonomian masyarakat saat ini?
            2. Bagaimana peredaran uang yang berlaku di Indonesia ?
3. Bagaimana cara pemerintah dan perbankan dalam menyeimbangkan uang yang beredar di Indonesia ?
1.3 Tujuan Penulisan
            1. Untuk mengetahui ekonomi masyarakat saat ini
            2. Sebagai pemenuhan tugas matakuliah ekonomi moneter
            3. Sebagai acuan bagi para pembaca
1.4 Manfaat Penulisan
1. Untuk mengetahui berbagai macam perbankan yang ada di Indonesia dalam suatu perekonomian masyarakat
2. Memahami cara yang dilakukan oleh pemerintah dan lembaga keuangan dalam menyeimbangkan uang yang beredar.
3. Dapat mengetahui peredaran uang yang berlaku di Indonesia ?



Bab II
Pembahasan
2.1 Bagaimana peran perbankan dalam perekonomian masyarakat saat ini ?
Perbankan jika ditarik kesimpulan menurut bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Dengan adanya bank masyarakat indonesia diharapkan dapat merasa aman dalam melakukan transaksi ataupun simpan pinjam disuatu lembaga keuangan. Bank berfungsi dalam menyediakan jasa yang menyangkut dalam penyimpanan nilai dan perluasan kredit. Bank mendapatkan keuntungan dari biaya transaksi atas jasa yang sudah diberikan dan bungan dari pinjaman dari pihak debitur.
Peran uang adalah memahami bagaimana aliran atau arus perputaran barang dan uang terjadi dalam suatu perekonomian. Perkembangan kegiatan suatu perekonomian pada dasarnya dapat dilihat dari dua sector yang saling berkaitan, yaitu sector riil ( barang dan jasa ) dan sector moneter ( uang ). Sector riil dan sector moneter tidak hanya berkaitan erat. Kedua sector tersebut seperti dua sisi mata uang di mana sisi yang satu tidak dapat dipisahkan dengan sisi yang lain. Misalnya pembeli memiliki uang, tetapi tidak memiliki barang, sementara itu, penjual memiliki barang, tetapi tidak memiliki uang. Dengan demikian, apabila transaksi tersebut dilakukan, nilai transaksi jual beli barang dan jasa harus sama dengan nilai uang diserahterimakan. Dalam memenuhi peranannya dalam perekonomian masyarakat saat ini, perbankan membuat beberapa fungsi bank umum di dalam keberadaan disuatu perekonomian modern, yaitu
1.      Penciptaan Uang
Bank umum menciptakan uang giral, yaitu sebagai alat pembayaran lewat mekanisme pemindah bukuan (kliring). Bank sentral dapat menambah atau mengurangi uang yang beredar dengan memberikan pengaruh terhadap bank umum dalam proses penciptaan uang.
2.      Mendukung Kelancaran Mekanisme Pembayaran
Bank umum berfungsi sebagai kelancaran mekanisme suatu pembayaran, bank umum banyak menawarkan jasa yang berkaitan dengan mekanisme pembayaran.
3.      Penghimpun Dana Simpanan Masyarakat.
Bank umum malakukan penghimpunan dana dari suatu simpanan yang dilakukan oleh masyarakat yang berupa giro, deposito berjangka, sertifikat berjangka, tabungan. Kemudian dana yang disimpan oleh beberapa masyarakat akan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan dengan cara memberikan kredit atau penyaluran kredit.
4.      Mendukung Kelancaran Transaksi Internasional.
Bank umum dibuat untuk memudahkan bertransaksi antar negara, yaitu secara internasional. Dengan adanya transaksi tersebut akan lebih lancar, baik itu transaksi yang berupa jasa ataupun barang.
5.      Penyimpanan Barang – Barang Berharga.
Bank memudahkan para masyarakat untuk memberikan kesempatan dalam menyimpan hartanya, baik itu berupa perhiasan, uang, ijasah ataupun surat berharga lainnya yang dirasa perlu untuk disimpan ketempat aman.
6.      Pemberian Jasa – Jasa Lainnya
Bank memberikan kemudahan kepada para nasabahnya dalam melakukan pembayaran, yang dapat berupa pembayaran listrik, mengirim uang melalui atm, membayar gaji karyawan dengan jasa bank.
2.2 Bagaimana peredaran uang yang berlaku di indonesia ?
            Di indonesia, peredaran uang yang berlaku saat ini dibutuhkan beberapa tahap dalam pencapaiannya untuk diperoleh masyarakat. Uang yang beredar saat ini memiliki berbagai macam jenis dan variasi, namun pada hakikatnya uang yang beredar pada masyarakat saat ini dikrlompokkan menjadi beberapa jenis, yaitu uang giral, uang kartal, dan uang kuasi.
Ø  Pertama kali dimunculkan di indonesia sebagai alat tukar yang sah dalam suatu pembayaran adalah uang kartal, uang kartal merupakan suatu alat pembayaran yang sah yang digunakan dalam melakukan transaksi jual beli sehari – hari. Uang kartal terdiri atas uang kertas dan uang logam. Di indonesia, terdapat dua jenis uang kartal menurut Undang-Undang Pokok Bank Indonesia No. 11/1953 yaitu uang negara dan uang bank. Uang negara adalah uang yang dikeluarkan oleh pemerintah, terbuat dari kertas yang memiliki ciri-ciri yaitu dikeluarkan oleh pemerintah, dijamin dengan undang-undang, bertuliskan nama negara yang mengeluarkannya dan ditanda tangani oleh mentri keuangan. sejak berlakunya Undang-undang No. 13/1968, uang negara dihentikan peredarannya dan diganti dengan Uang Bank. Uang Bank adalah uang yang dikeluarkan oleh Bank Sentral berupa uang logam dan uang kertas, Ciri-cirinya yaitu dikeluarkan oleh Bank Sentral, dijamin dengan emas atau valuta asing yang disimpan di bank sentral, bertuliskan nama bank sentral negara yang bersangkutan (di Indonesia : Bank Indonesia), ditandatangani oleh gubernur bank sentral.
Uang kartal yang berlaku di indonesia saat ini jika dilihat berdasarkan jenis pembuatannya dibagi menjadi dua, yaitu uang logam dan uang kertas.
Uang logam dibuat dari emas atau logam, karena bahannya tidak mudah musanah, dan mudah dikenali oleh masyarakat serta harga emas dan perak yang cenderung tinggi membuat hal tersebut mudah diterima oleh masyarakat umum. Sedangkan uang kertas dibuat dengan menggunakan kertas yang didalamnya berisi gambar dan cap tertentu yang sah, di dalam uang kertas gambar yang ada disetiap nominalnya berbeda untuk membedakan nominal yang terkandung didalam jenis uang.
Ø  Uang giral diciptakan karena semakin besar kebutuhan masyarakat dan semakin mendesaknya kebutuhan masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya dengan menggunakan sebuah alat tukar yang lebih mudah dan praktis dalam membawanya. Uang giral diciptakan atau dibuat oleh bank umum, yaitu bank selain bank indonesia seperti bank mandiri, bank jatim, bank BCA, bank BRI maupun bank lainnya. Uang giral dapat berupa cek, giro, atau telegrafic transfer.
Ø  Uang kuasi merupakan sebuah surat berharga yang digunakan untuk dijadikan sebuah alat pembayaran. Uang kuasi berupa deposito berjangka, tabungan, dan dapat juga berupa sebuah valuta asing yang dimiliki oleh swasta domestik.
2.3 Bagaimana cara pemerintah dan perbankan dalam menyeimbangkan uang yang beredar di Indonesia ?
 Cara atau kebijakan pemerintah dan perbankan atau bank dalam menyeimbangkan uang yang beredar di Indonesia adalah mengatur jumlah uang yang beredar pada masyarakat dengan cara menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar. Dengan adanya hal tersebut uang beredar di suatu wilayah masyarakat akan terkontrol, namun jika dilakukan beberapa cara kebijakan moneter dapat digolongkan menjadi dua yaitu kebijakan moneter ekspansif merupakan suatu kebijakan yang diambil dalam rangka menambah uang yang beredar di dalam masyarakat. Kebijakan moneter kontraktif merupakan suatu kebijakan yang diambil dalam rangka mengurangi jumlah uang yang beredar disuatu wilayah masyarakat. Kebijakan tersebut bisa juga disebut dengan kebijakan uang ketat. Karena uang yang berdar dimasyarakat dikurangi jumlah. Kebijakan moneter yang ada di indonesia saat ini dibuat untuk mencapai keseimbangan internal ( pertumbuhan ekonomi yang tinggi, stabilitas harga, pemerataan pembangunan) dan keseimbangan eksternal (keseimbangan neraca pembayaran ), dengan begitu akan lebih mudah dalam pencapaian ekonomi makro yaitu menjaga stabilasi ekonomi yang dapat diukur dengan kesempatan kerja yang diberikan, kestabilan harga serta neraca pembayaran internasional yang seimbang. Kebijakan moneter yang ada di indonesia dapat dilakukan dengan beberapa cara agar keseimbangan uang yang beredar dimasyarakat tetap stabil, yaitu dengan melakukan operasi pasar terbuka yaitu dengan cara mengendalikan uang yang beredar dengan menjual atau membeli surat berharga pemerintah. Politik diskon merupakan pengaturan jumlah uang yang beredar dengan memainkan tingkat bunga bank sentral pada bank umum. Rasio cadangan wajib merupakan jumlah uang yang beredar dengan memainkan jumlah dana cadangan perbankan yang harus disimpan pada pemerintah, untuk menambah jumlah uang yang beredar pemerintah menurunkan rasio cadangan wajib, begitupun sebaliknya. Yang terakhir himbauan moral merupakan kebijakan untuk mengatur jumlah uang beredar dengan jalan memberi imbauan kepada pelaku ekonomi, misalnya dengan menghimbau kepada perbankan untuk berhati – hati dalam mengeluarkan kredit agar terhindar dari inflasi. Dengan adanya hal tersebut keseimbangan uang yang beredar dimasyarakat akan seimbang.














Bab III
Penutup
3.1 Kesimpulan
            Berdasarkan paparan yang dikemukan dalam pembahasan bab II dapat ditarik kesimpulan bahwa perbankan jika ditarik kesimpulan menurut bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Dengan adanya bank masyarakat indonesia diharapkan dapat merasa aman dalam melakukan transaksi ataupun simpan pinjam disuatu lembaga keuangan. Untuk menjaga kestabila uang yang beredar didalam suatu masyarakat pemerintah dan perbankan melakukan beberapa antisipasi dalam pencegahannya yaitu berupa mengatur jumlah uang yang beredar pada masyarakat dengan cara menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar. Kebijakan moneter kontraktif, melakukan operasi pasar terbuka, Politik diskon, Rasio cadangan wajib, himbauan moral.
3.2 Saran
            Diharapkan ada kerjasama yang pas dalam mengoperasikan keseimbangan uang yang beredar disutu masyarakat saat ini, dengan adanya kerjasama antara pemerintah dan perbankan agar dapat terjalin suatu keseimbangan dan kestabilan uang. Dengan adanya hal tersebut akan lebih mudah pelaksanaannya.



Daftar Pustaka
Heriyadi, 2012 Peranan perbankan dan ekonomi indonesia : https://h3r1y4d1.wordpress.com/2012/04/05/peranan-perbankan-dan-perekonomian-indonesia/
Di akses pada tanggal 27 Mei 2015 pukul 22.50
Diakses pada tanggal 27 Mei 2015 pukul 21.30
Desi, 2011 Kebijakan Moneter :
diakses pada tanggal 28 Mei 2015 pukul 22.00
Niki, 2012 Instrumen Kebijakan Bank Indonesia 
diakses pada tanggal 28 Mei 2015 pukul 20.47


Tidak ada komentar:

Posting Komentar